palestina

Abbas tetapkan keadaan darurat selama 30 hari

Palestina terakhir kali melangsungkan pemilihan parlemen pada 25 Januari 2006 dan dimenangkan oleh Hamas. Sedangkan pemiihan presiden dilakukan pada 2005 setelah Presiden Yasir Arafat wafat.

03 Mei 2021 23:08

Presiden Palestina Mahmud Abbas hari ini menetapkan keadaan darurat selama 30 hari setelah Kamis pekan lalu membatalkan rencana pelaksanaan pemilihan umum.

Belum diketahui alasan penetapan keadaan darurat itu. Pengumuman ini keluar saat bentrokan dan ketegangan meletup di Yerusalem Timur dan Tepi Barat.

Abbas beralasan pembatalan pemilihan umum itu lantaran Israel tidak mengbizinkan warga Palestina tinggal di Yerusalem Timur menggunakan hak pilih mereka.

Namun para pengamat meyakini keputusan itu diambil karena Abbas meyakini Fatah dia pimpin akan kalah dari Hamas. Sebab terjadi konflik internal dalam faksi itu dan popularitas Abbas kian melorot.

Abbas Januari lalu mengumumkan Palestina akan menggelar tiga pemilihan umum, yakni pemilihan parlemen pada 22 Mei, pemilihan presiden di 31 Juli, dan pemilihan anggota Dewan Nasional Palestina pada 31 Agustus.

Palestina terakhir kali melangsungkan pemilihan parlemen pada 25 Januari 2006 dan dimenangkan oleh Hamas. Sedangkan pemiihan presiden dilakukan pada 2005 setelah Presiden Yasir Arafat wafat.

Logo Hamas. (Albalad.co)

Hamas: Abbas dan Fatah berkhianat dan lakukan kudeta karena batalkan pemilihan umum

Hamas menekankan tidak perlu izin Israel buat menggelar pemilihan umum di Yerusalem Timur.

Presiden Palestina saat berpidato mengenai pandemi Covid-19 di kantornya, di Kota Ramallah, Tepi Barat, Palestina, 5 Mei 2020. (Times of Israel)

Abbas batalkan rencana pemilihan umum Palestina

Keputusan Abbas itu akan kian memperdalam perpecahan di kalangan faksi Palestina dan bahkan bakal terjadi revolusi.

Presiden Palestina Mahmud Abbas bertemu Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, November 2017. (Wafa)

Pemilihan umum Palestina kemungkinan ditunda

Hamas dan Jihad Islam dijadwalkan bertemu Kamis pekan ini untuk membahas kemungkinan penundaan pesta demokrasi itu.

Presiden Palestina Mahmud Abbas menerima suntikan dosis pertama vaksin Covid-19. (Wafa)

Abbas disebut sebagai pemimpin Palestina paling korup sepanjang sejarah

Abbas memerintahkan penghancuran semua catatan pemasukan dan pengeluaran tiap enam bulan.





comments powered by Disqus