palestina

Pemimpin Brigade Al-Qassam ancam Israel jika pengusiran terhadap warga Palestina berlanjut

Sejumlah keluarga Palestina di Yerusalem Timur diusir dari rumah mereka oleh para pemukim Yahudi.

05 Mei 2021 10:46

Pemimpin Brigade Izzudin al-Qassam (sayap militer Hamas) Muhammad Daif memperingatkan Israel dan para pemukim Yahudi untuk menghentikan pengusiran dan perampasan rumah milik warga Palestina tinggal di kawasan Syekh Jarrah, Yerusalem Timur. 

Daif menegaskan Brigade Al-Qassam mencermati tindakan pengusiran dan perampasan properti kepunyaan orang-orang Palestina. "Kalau mereka tidak menyetop kegiatan itu, kami tidak bakal tinggal diam dan mereka akan membayar mahal atas hal itu," kata Daif dalam siaran pers diterima Albalad.co hari ini. 

Sejumlah keluarga Palestina di Syekh Jarrah diusir dari rumah-rumah mereka Ahad pekan lalu setelah Pengadilan Distrik Yerusalem properti itu adalah kepunyaan keluarga Yahudi sebelum 1948. 

Pemuda Palestina bentrok dengan pasukan Israel pada 7 Mei 2021 di dalam kompleks Masjid Al-Aqsa, Yerusalem Timur, Palestina. (Telegram)

Bentrokan pecah di dalam Masjid Al-Aqsa, 178 warga Palestina luka

Pasukan negara Zionis itu menggunakan tembakan peluru karet, granat kejut, dan bom gas untuk membubarkan pemuda Palestina melempari mereka dengan berbagai benda.

Raida, warga Palestina di Dyekh Jarrah, Yerusalem Timur, membuka rumahnya untuk demonstran Palestina berlindung dari tembakan gas air mata dan peluru karet pasukan Israel. (Middle East Eye)

Perlawanan dari Syekh Jarrah

Pengadilan Distrik Yerusalem telah memutuskan 40 orang Palestina dari empat keluarga itu tidak berhak lagi menempati rumah mereka lantaran terbukti sebelum 1948, tempat tinggal mereka adalah milik warga Yahudi.

Polisi Israel menembakkan gas air mata ke arah warga Palestina di dalam Masjid Al-Aqsa, dalam bentrokan terjadi pada 26 Juni 2016. (Press TV)

Polisi Israel matikan pengeras suara di Masjid Al-Aqsa pada tarawih pertama

Palsstina peringatkan kejadian semacam itu bisa meletupkan perang agama terbuka.





comments powered by Disqus