palestina

Perlawanan dari Syekh Jarrah

Pengadilan Distrik Yerusalem telah memutuskan 40 orang Palestina dari empat keluarga itu tidak berhak lagi menempati rumah mereka lantaran terbukti sebelum 1948, tempat tinggal mereka adalah milik warga Yahudi.

07 Mei 2021 05:42

Mahkamah Agung Israel menunda putusan mengenai pengusiran 40 warga Palestina, termasuk sepuluh anak, dari rumah mereka di kawasan Syekh jarrah, Yerusalem Timur, hingga Senin pekan depan. Hari itu bertepatan dengan Hari Yerusalem, diperingati warga Israel untuk merayakan pencaplokan Yerusalem Timur setelah menang dalam Perang Enam Hari pada Juni 1967.

Pengadilan Distrik Yerusalem telah memutuskan 40 orang Palestina dari empat keluarga itu tidak berhak lagi menempati rumah mereka lantaran terbukti sebelum 1948, tempat tinggal mereka adalah milik warga Yahudi.

Penduduk Syekh Jarrah bersumpah tidak mau menyerah dan bakal terus melawan. Unjuk rasa berujung bentrok dengan pasukan keamanan sudah berlangsung sepekan ini. Kebanyakan yang turun ke jalan adalah anak-anak muda, berumur belasan hingga awal 20-an tahun.

Tiga remaja Palestina, berusia 14-17 tahun, menegaskan mereka menentang pengusiran itu karena semangat nasionalisme dan perlunya mempertahankan komunitas Palestina di Yerusalem Timur.

"Ada generasi baru Palestina tidak kenal rasa takut dan kami tidak akan membiarkan permukiman kami (direbut orang-orang Yahudi)," kata salah satu dari ketiganya kepada Middle East Eye. "Kami tidak khawatir ditangkap atau ditembak."

Warga Palestina lainnya menyokong semangat perlawanan para pemuda Palestina. Raida, salah satu ibu di Syekh Jarrah, membuka pintu rumahnya untuk pemuda Palestina bersembunyi, memberikan mereka air minum dan perlindungan dari tembakan gas air mata dan peluru karet Israel.

"Sudah menjadi tugas saya membuka rumah saya bagi semua orang Palestina," ujar Raida. Kadang ada 20 pemuda berlindung di rumah saya," ujarnya kepada Middle East Eye.

Pemimpin Hamas di Jalur Gaza Yahta Sinwar meninjau kerusakan akibat Perang Gaza pada Mei 2021. (Biro Pers Hamas buat Albalad.co)

Hamas: Kerugian akibat Perang Gaza sekitar Rp 6,9 triliun

Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid menekankan solusi dua negara tidak memungkinkan saat ini. "Kami tidak bisa diminta ambil bagian dalam membangun sebuah negara mengancam keselamatan kami."

Tulisan lan narhal (dalam bahasa Arab berarti kami tidak akan pergi) dipasang di sebuah papan penunjuk jalan di Al-Bustan, Silwan, Yerusalem Timur, Palestina. (Quds News Network)

Hari ini batas waktu 119 rumah warga Palestina di Yerusalem harus dirobohkan sendiri oleh pemiliknya

Israel memberi dua pilihan kepada 135 keluarga Palestina itu: membongkar sendiri rumah mereka atau bisa dirobohkan aparat berwenang Israel kapan saja.

Buldoser Israel membongkar sebuah rumah milik warga Palestina di kawasan Silwan, Yerusalem Timur, Palestina. (Albalad.co)

Israel beritahu 1.500 keluarga Palestina di Yerusalem harga bongkar rumah Rp 123 juta

Mereka diberi waktu 21 hari untuk menerima tawaran itu.

Ismail bin Ibrahim al-Halabi dan bayi lelakinya bernama Sajf al-Quds. (Albalad.co)

Israel tangkap lelaki Palestina karena namai bayinya Pedang Al-Quds

Saif al-Quds dilahirkan di Yerusalem Timur, Palestina, pada 15 Mei lalu, bertepatan dengan Nakbah.





comments powered by Disqus