palestina

Pemimpin Hamas berterima kasih atas dukungan dana dan senjata dari Iran

Biden menekankan tidak akan pernah ada perdamaian di Timur Tengah sampai semua negara di kawasan itu mengakui eksistensi Israel. "Komitmen saya terhadap keamanan Israel tidak pernah bergeser."

22 Mei 2021 12:09

Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyah kemarin berterima kasih kepada Iran atas dukungan fulus, senjata, dan teknis kepada Hamas sehingga mampu berperang menghadapi Israel.

"Kami berterima kasih kepada Republik Islam Iran tidak menahan bantuan dana, persenjataan, dan teknisnya," kata Haniyah dalam pidato disampaikan beberapa jam setelah Hamas dan Israel sepakat untuk gencatan senjata.

Haniyah, kini menetap di Ibu Kota Doha, Qatar, menegaskan Hamas akan terus berjuang untuk membebaskan Yerusalem Timur, termasuk kompleks Masjid Al-Aqsa, dari kontrol Israel. "Yerusalem akan tetap menjadi pusat konflik," ujarnya.

Menurut dia, perang baru berakhir itu berhasil mengubur impian mengenai proposal damai bikinan mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, normalisasi hubungan dengan Israel, dan rencana-rencana lainnya.

Ketika perang masih berlangsung, juru bicara Brigade Izzudin Al-Qassam (sayap militer Hamas) Abu Ubaidah juga menyampaikan terima kasih atas sokongan dana, senjata, dan pelatihan dari Iran.

Dari Ibu Kota Washington DC, dalam jumpa pers bareng Presiden Korea Selatan Moon Jae-in, Presiden Amerika Joe Biden menekankan tidak akan pernah ada perdamaian di Timur Tengah sampai semua negara di kawasan itu mengakui eksistensi Israel. "Komitmen saya terhadap keamanan Israel tidak pernah bergeser."

Gencatan senjata antara Hamas dan negara Zionis itu berlaku sejak kemarin pukul dua dini hari (jam tujuh pagi waktu Jakarta), sehabis perang selama sebelas hari.

Perang Gaza, berlangsung pada 10-20 Mei, telah menewaskan 243 warga Palestina, termasuk 66 anak. Sedangkan di pihak Israel, 12 orang terbunuh, mencakup tiga warga asing.

 

Pemimpin Hamas di Jalur Gaza Yahta Sinwar meninjau kerusakan akibat Perang Gaza pada Mei 2021. (Biro Pers Hamas buat Albalad.co)

Hamas: Kerugian akibat Perang Gaza sekitar Rp 6,9 triliun

Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid menekankan solusi dua negara tidak memungkinkan saat ini. "Kami tidak bisa diminta ambil bagian dalam membangun sebuah negara mengancam keselamatan kami."

Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyah saat mengunjungi kamp pengungsi Palestina di Ibu Kota Beirut, Libanon, 6 September 2020. (Biro Pers Hamas buat Albalad.co)

Hamas bantah pemimpinnya tinggal di hotel mewah selama Perang Gaza berlangsung

Pemerintah Qatar menanggung semua biaya pengeluaran Haniyah selama tinggal di Qatar.

Kamar jenis panoramic suite di Hotel Mandarin Oriental di Ibu Kota Doha, Qatar. (Booking.com)

Rombongan pemimpin Hamas menginap di hotel bintang lima di Doha selama Perang Gaza berlangsung

Jumlah keseluruhan tagihan mesti dibayar oleh rombongan Haniyah itu setelah ditambah pajak lima persen adalah Rp 14,9 miliar.

Pemimpin Hamas di Jalur Gaza Yahya Sinwar berkeliling meninjau keadaan di lapangan pada 26 Mei 2021. (Albalad.co)

Hamas klaim punya terowongan sepanjang 500 kilometer dan 10 ribu pengebom bunuh diri

Militer Israel mengklaim berhasil meluluhlantakkan jaringan terowongan Hamas sepanjang seratus kilometer.





comments powered by Disqus