palestina

Pendiri Hamas: Negara Israel tidak berhak ada

"Tidak ada masa depan bagi negara Zionis di tanah kami," ujar Misyaal. "Solusi dua negara sudah mati."

30 Mei 2021 11:56

Pemimpin senior sekaligus salah satu pendiri Hamas Mahmud Zahar menegaskan prinsip organisasinya masih belum berubah sejak dibentuk pada 1987, yakni tidak akan pernah mengakui Israel berdiri di atas wilayah Palestina.

Karena itu, dia menekankan negara Zionis itu tidak berhak Anda. "Mereka adalah pendatang. "Kami adalah pemilik sah wilayah ini," kata Zahar dalam wawancara khusus dengan stasiun televisi Sky News

Penegasan serupa juga disampaikan mantan Kepala Biro Politik Hamas Khalid Misyaal. "Tidak ada masa depan bagi negara Zionis di tanah kami," ujarnya. "Solusi dua negara sudah mati."

Pernyataan kedua pentolan Hamas itu disampaikan sehabis Perang Gaza terjadi pada 10-20 Mei lalu. 

 

 

Saleh al-Aruri pada 1 Agustus 2021 terpilih mendampingi Ismail Haniyah sebagai wakil kepala Biro Politik Hamas pusat. Dia awal bulan lalu terpilih menjadi kepala Biro Politik Hamas untuk Tepi Barat. (Al-Jazeera)

Saleh al-Aruri terpilih menjadi wakilnya Haniyah

Dia awal bulan lalu terpilih sebagai kepala Biro Politik Hamas untuk Tepi Barat.

Kepala Biro Politik Hamas Khalid Misyaal berpose bareng wakilnya, Musa Abu Marzuq, dan anggota-anggota Biro Politik Hamas lainnya di Ibu Kota Doha, Qatar. (Biro Pers Hamas buat Albalad.co)

Khalid Misyaal terpilih lagi sebagai kepala Biro Politik Hamas untuk diaspora

Misyaal akan menjabat sampai 2025. Musa Abu Marzuq menjadi wakilnya.

Pendiri sekaligus pemimpin senior Hamas di Jalur Gaza Mahmud Zahar tengah berbicara di telepon di rumahnya, Kota Gaza, Rabu, 24 Oktober 2012. (faisal assegaf/albalad.co)

Pendiri Hamas kaget dan kecewa karena Indonesia dukung solusi dua negara

Zahar menekankan Hamas tidak akan pernah mengakui eksistensi Israel.

Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyah saat mengunjungi sebuah kamp pengungsi Palestina di Libanon, 6 September 2020. (Biro Pers Hamas buat Albalad.co)

Hamas akan gelar pemilihan internal tahun ini

Khalid Misyaal dijagokan memimpin lagi Biro Politik Hamas.





comments powered by Disqus