palestina

Pendiri Hamas kaget dan kecewa karena Indonesia dukung solusi dua negara

Zahar menekankan Hamas tidak akan pernah mengakui eksistensi Israel.

31 Mei 2021 16:55

Salah satu pendiri Hamas Mahmud Zahar kaget sekaligus kecewa atas posisi Indonesia menerima solusi dua negara sebagai satu-satunya cara untuk mewujudkan negara Palestina merdeka dan berdaulat.

Dalam wawancara khusus dengan Albalad.co melalui telepon selulernya hari ini, Zahar sampai menanyakan sekali lagi apa benar pemerintah Indonesia menyokong solusi dua negara. 

Ketika Albalad.co mengiyakan, mantan menteri luar negeri Palestina ini menegaskan, "(Posisi) itu keliru dan kami tidak akan menerima negara mana saja bersikap ¹mendukung solusi dua negara." 

Zahar menekankan Hamas tidak akan pernah mengakui eksistensi Israel. "Kami

tidak akan pernah menerima penjajah di wilayah kami," ujar pemimpin senior Hamas tinggal di Kota Gaza itu. 

Albalad.co pertama kali bersua Zahar ketika dia melawat ke Jakarta sebagai menteri luar negeri. Pertemuan kedua berlangsung saat Albalad.co melawat ke kediamannya pada 2012. 

Pemimpin Hamas di Jalur Gaza Yahta Sinwar meninjau kerusakan akibat Perang Gaza pada Mei 2021. (Biro Pers Hamas buat Albalad.co)

Hamas: Kerugian akibat Perang Gaza sekitar Rp 6,9 triliun

Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid menekankan solusi dua negara tidak memungkinkan saat ini. "Kami tidak bisa diminta ambil bagian dalam membangun sebuah negara mengancam keselamatan kami."

Daftar rekening mata uang digital milik orang-orang Hamas. (National Bureau for Counter Terror Financing)

Israel sita 84 rekening mata uang digital milik Hamas

Departemen Kehakiman Amerika tahun lalu merampas paling tidak 150 rekening mata uang digital kepunyaan orang-orang Hamas.

Latihan militer digelar Hamad bagi kaum remaja Palestina di Jalur Gaza. (Biro Pers Hamas buat Albalad.co)

Hamas kirim pesan ancaman kepada tentara Israel

Penerima pesan adalah serdadu dalam jumlah besar dari berbagai batalion.

Saleh al-Aruri bertemu pemimpin Hizbullah Hasan Nasrallah di Ibu Kota Beirut, Libanon, pada 1 November 2018. (Al-Mayadeen)

Saleh al-Aruri terpilih sebagai pemimpin Hamas di Tepi Barat

Maret lalu, Yahya Sinwar terpilih lagi menjadi pemimpin Hamas di Jalur Gaza dan Juni lalu, Khalid Misyaal terpilih sebagai pemimpin Hamas buat wilayah diaspora.





comments powered by Disqus