palestina

Dua anggota Brigade Al-Qassam tewas ketika jinakkan roket Israel tidak meledak saat Perang Gaza

Perang itu menewaskan 254 warga Palestina dan 13 orang di pihak Israel, termasuk tiga orang asing.   

03 Juni 2021 11:04

Ledakan terjadi kemarin di Jalur Gaza ketika dua anggota Brigade Izzudin Al-Qassam (sayap militer Hamas) mencoba menjinakkan roket Israel tidak meledak saat Perang Gaza pada 10-20 Mei lalu. 

Akibatnya, menurut sumber Albalad.co, dua anggota Brigade Al-Qassam ini tewas di tempat dan telah dikuburkan kemarin. 

Belum diketahui jumlah roket ditembakkan Israel tidak meledak saat perang sebelas hari itu berlangsung. 

Palagan ini diakhiri dengan gencatan senjata berlaku sejak 21 Mei lalu. 

Perang itu menewaskan 254 warga Palestina dan 13 orang di pihak Israel, termasuk tiga orang asing. 

 

Pemimpin Hamas di Jalur Gaza Yahta Sinwar meninjau kerusakan akibat Perang Gaza pada Mei 2021. (Biro Pers Hamas buat Albalad.co)

Hamas: Kerugian akibat Perang Gaza sekitar Rp 6,9 triliun

Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid menekankan solusi dua negara tidak memungkinkan saat ini. "Kami tidak bisa diminta ambil bagian dalam membangun sebuah negara mengancam keselamatan kami."

Dokter Fida Wisyah asal Palestina diberhentikan dari sebuah rumah sakit anak di Kota Phoenix, Amerika Serikat, karena mengkritik Israel lewat Facebook. (Al-Quds al-Arabi)

Rumah sakit di Amerika pecat dokter Palestina karena kritik Israel

"Israel sebagai negara berdiri atas dasar kebrutalan, rasisme, dan kanibalisme tidak akan bertahan lama," tulis Fida.

Pemimpin Hamas di Jalur Gaza Yahya Sinwar. (Biro Pers Hamas buat Albalad.co)

Lembaga kajian Israel sebut 112 korban tewas dalam Perang Gaza anggota milisi

Yahya Sinwar akhir bulan lalu mengklaim Perang Gaza telah membunuh 80 pejuang Palestina.

Tentara Israel bernama Kopral Gilad Shalit saat masih menjadi tawanan Hamas pada 2006-2011. (Screencapture)

Hamas rilis rekaman suara warga Israel mereka sekap

Dalam rekaman berbahasa Ibrani dilansir stasiun televisi Al-Jazeera ini, lelaki dari negara Zionis itu minta segera dibebaskan. 





comments powered by Disqus