palestina

Khalid Misyaal terpilih lagi sebagai kepala Biro Politik Hamas untuk diaspora

Misyaal akan menjabat sampai 2025. Musa Abu Marzuq menjadi wakilnya.

05 Juni 2021 07:38

Khalid Misyaal kembali terpilih menjadi kepala Biro Politik Hamas untuk diaspora dan Musa Abu Marzuq menjabat wakilnya, seperti dilansir Hamas dalam siaran pers diterima Albalad.co hari ini.

Sedangkan kepala Biro Politik Hamas Pusat belum terpilih dan masih dipegang oleh Ismail Haniyah.

Misyaal, 65 tahun, akan menjabat hingga 2025. Dia pernah memimpin Biro Politik Hamas selama 1996-Mei 2017 dan digantikan oleh Haniyah. 

Sila baca: Bakal ada intifadah ketiga

Kantor Biro Politik Hamas berada di Ibu Kota Doha, Qatar, sejak 2012 setelah dipindah dari Ibu Kota Damaskus, Suriah. Presiden Basyar al-Assad mengusir pimpinan Hamas karena tidak mau mendukung pemerintah Suriah menumpas pemberontakan meletup pada 2011. 

Sebelum pindah ke Damaskus pada 1997, kantor Biro Politik Hamas berlokasi di Ibu Kota Amman, Yordania. Pemindahan ke Damaskus terjadi setelah dua agen Mossad (dinas rahasia luar negeri Israel) meracuni Misyaal. 

Hamas menggelar pemilihan internal sejak Januari lalu. Terdapat empat kantor Biro Politik. Selain Doha sebagai pusat, pimpinan Biro Politik Hamas juga dibentuk di Jalur Gaza, Tepi Barat, dan diaspora. 

Ismail Haniyah terpilih sebagai Kepala Biro Politik Hamas pada 6 Mei 2017, menggantikan Khalid Misyaal. (Al-Manar)

Pemimpin Hamas berencana kunjungi Iran dan Libanon

Sehabis Perang Gaza berlangsung 10-20 Mei, Haniyah secara terbuka berterima kasih atas sokongan dana, senjata, dan pelatihan dari Iran. 

Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyah saat mengunjungi kamp pengungsi Palestina di Ibu Kota Beirut, Libanon, 6 September 2020. (Biro Pers Hamas buat Albalad.co)

Hamas bantah pemimpinnya tinggal di hotel mewah selama Perang Gaza berlangsung

Pemerintah Qatar menanggung semua biaya pengeluaran Haniyah selama tinggal di Qatar.

Pendiri sekaligus pemimpin senior Hamas di Jalur Gaza Mahmud Zahar tengah memegang senapan AK-47 milik mendiang putranya, Husam, di rumahnya, Kota Gaza, Rabu, 24 Oktober 2012. (Faisal assegaf/Albalad.co)

Pendiri Hamas: Negara Israel tidak berhak ada

"Tidak ada masa depan bagi negara Zionis di tanah kami," ujar Misyaal. "Solusi dua negara sudah mati."

Kamar jenis panoramic suite di Hotel Mandarin Oriental di Ibu Kota Doha, Qatar. (Booking.com)

Rombongan pemimpin Hamas menginap di hotel bintang lima di Doha selama Perang Gaza berlangsung

Jumlah keseluruhan tagihan mesti dibayar oleh rombongan Haniyah itu setelah ditambah pajak lima persen adalah Rp 14,9 miliar.





comments powered by Disqus