palestina

10 sipir Israel siksa 55 tahanan Palestina, tidak ada yang ditangkap dan kasus ditutup

Namun hanya empat sipir diperiksa dan kasus ditutup dengan alasan identitas para pelaku tidak jelas.

12 Juni 2021 13:26

Setidaknya sepuluh sipir menyiksa 55 tahanan Palestina dalam Penjara Ketziot terletak di Gurun Negev, selatan Israel, pada 24 Maret 2019. Mereka memukuli dan menendang para tahanan tertelungkup di lantai dengan kedua tangan terikat.

Namun hanya empat sipir diperiksa dan kasus ditutup dengan alasan identitas para pelaku tidak jelas.

Rekaman video penyiksaan terhadap 55 tahanan Palestina itu dilansir surat kabar Haaretz kemarin. Seorang pejabat senior di lembaga Israel Prison Service (IPS) menyebut penyiksaan di malam itu sebagai salah satu kejadian paling brutal pernah terjadi di dalam penjara negara Zionis ini.

Sebelum penyiksaan terjadi, di malam itu sebelumnya seorang tahanan anggota Hamas menusuk dua petugas penjara, salah satu korban luka serius.

Gegara penyiksaan ini, 15 tahanan dibawa ke Rumah Sakit Soroka Medical Center di Kota Beersheba, selatan Israel. Dua orang cedera parah. "Mereka mengikat kedua tangan kami dan tidak ada satu orang pun melawan. Mereka kemudian mulai memukuli kami dengan tongkat," kata Amir Salum, 36 tahun, narapidana asal Yerusalem Timur sedang menjalani hukuman empat tahun.

Tahanan lainnya mengaku dipukuli memakai tongkat besi tujuh atau delapan kali. "Enam gigi saya patah dan kepala saya mengalami empat luka bocor," ujarnya.

Dia bilang semua tahanan dibiarkan tergeletak sampai pagi setelah disiksa. Pakaian dan kasur tipis mereka diambil. "Kami dibiarkan tidur tanpa matras selama tiga hari," tuturnya.

 

Saleh al-Aruri pada 1 Agustus 2021 terpilih mendampingi Ismail Haniyah sebagai wakil kepala Biro Politik Hamas pusat. Dia awal bulan lalu terpilih menjadi kepala Biro Politik Hamas untuk Tepi Barat. (Al-Jazeera)

Saleh al-Aruri terpilih menjadi wakilnya Haniyah

Dia awal bulan lalu terpilih sebagai kepala Biro Politik Hamas untuk Tepi Barat.

Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyah saat mengunjungi kamp pengungsi Palestina di Ibu Kota Beirut, Libanon, 6 September 2020. (Biro Pers Hamas buat Albalad.co)

Haniyah terpilih lagi menjadi kepala Biro Politik Hamas

Empat kepala Biro Politik lainnya sudah terpilih adalah Yahya Sinwar untuk Jalur Gaza, Saleh al-Aruri buat Tepi Barat, Khalid Misyaal untuk diaspora, dan Salamah al-Qatawi buat tahanan Hamas di penjara-penjara Palestina.

Para aktivis pembela Palestina mendirikan tenda di kawasan Syekh Jarrah, Yerusalem Timur, Palestina. (Maydan al-Quds)

Bennett tidak akan usir sejumlah keluarga Palestina dari rumah mereka di Syekh Jarrah

The Nahalat Shimon Company mampu membuktikan di pengadilan mereka memiliki dokumen kepemilikan sah atas keempat rumah itu memang milik orang-orang Yahudi lari ketika terjadi Perang Arab -Israel pada 1948.





comments powered by Disqus