palestina

Indonesia: Kebrutalan Israel akan terus terjadi selama penjajahan terhadap Palestina tidak diakhiri

Indonesia meminta negara-negara belum mengakui negara Palestina segera memberi pengakuan.

23 Juni 2021 12:25

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menegaskan kebrutalan-kebrutalan dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina akan terus berlangsung selama penjajahan oleh negara Zionis itu tidak dihentikan.

"Hal itu akan terus terjadi jika dunia tidak dapat menemukan solusi dari akar masalah, yaitu penghentian penjajahan Israel atas Palestina," kata Retno dalam pertemuan para menteri luar negeri negara anggota Gerakan Non-Blok, berlangsung kemarin secara virtual atas inisiatif Indonesia.

Dalam pertemuan ini, Retno meminta Gerakan Non-Blok mengambil tiga langkah penting. Gerakan Non-Blok harus mendukung status Palestina sebagai negara.

Dia menjelaskan jumlah besar negara anggota Gerakan Non-Blok merupakan kekuatan, sehingga suara Gerakan Non-Blok akan diperhitungkan oleh dunia. Sebab itu, Gerakan Non-Blok harus satu suara dalam mendukung status Palestina sebagai negara dan perjuangan warga Palestina mencapai kemerdekaan.

"Kita harus menegaskan kembali seruan kita kepada negara-negara anggota Gerakan Non-Blok dan negara lainnya belum mengakui negara Palestina untuk segera memberikan pengakuan," ujar Retno.

Langkah kedua perlu diambil adalah Gerakan Non-Blok harus mendukung pelaksanaan kembali perundingan Palestina-Israel sudah vakum sejak Konferensi Annapolis pada 2007.

Langkah ketiga harus diambil oleh Gerakan Non-Blok yaitu mencegah kebrutalan Israel terus berulang. Seperti ide Indonesia dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan bangsa-Bangsa bulan lalu, lanjut Retno, Gerakan Non-Blok perlu mengusulkan pembentukan kehadiran pasukan internasional di Al-Quds guna memonitor dan memastikan keselamatan rakyat Palestina di wilayah pendudukan serta menjaga status Al-Haram Al-Sharif sebagai entitas terpisah yang menjadi situs suci tiga agama.

Pemimpin Hamas di Jalur Gaza Yahta Sinwar meninjau kerusakan akibat Perang Gaza pada Mei 2021. (Biro Pers Hamas buat Albalad.co)

Hamas: Kerugian akibat Perang Gaza sekitar Rp 6,9 triliun

Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid menekankan solusi dua negara tidak memungkinkan saat ini. "Kami tidak bisa diminta ambil bagian dalam membangun sebuah negara mengancam keselamatan kami."

Abdullah Kamil, Gubernur Provinsi Salfit di Tepi Barat, Palestina. (Jerusalem Post)

Gubernur di Palestina perintahkan iklan komersial dan papan nama toko berbahasa Ibrani diganti bahasa Arab

Para pebisnis dan pemilik toko di Provinsi Salfit itu diberi waktu sepekan untuk melaksanakan instruksi ini.

Tulisan lan narhal (dalam bahasa Arab berarti kami tidak akan pergi) dipasang di sebuah papan penunjuk jalan di Al-Bustan, Silwan, Yerusalem Timur, Palestina. (Quds News Network)

Hari ini batas waktu 119 rumah warga Palestina di Yerusalem harus dirobohkan sendiri oleh pemiliknya

Israel memberi dua pilihan kepada 135 keluarga Palestina itu: membongkar sendiri rumah mereka atau bisa dirobohkan aparat berwenang Israel kapan saja.

Paspor baru Inggris milik Ayelet Balaban, warga Israel, menyebut Yerusalem sebagai wilayah Palestina jajahan Israel. (Courtesy)

Inggris akui Yerusalem sebagai wilayah Palestina jajahan Israel

Menurut Ayelet, abangnya dua tahun lalu juga memperpanjang paspor Inggrisnya, tapi tempat kelahirannya masih ditulis Yerusalem.





comments powered by Disqus