palestina

Serdadu Israel pernah ditawan Hamas menikah

Sinwar akhir bulan lalu mengisyaratkan Hamas menuntut 1.111 tahanan Palestina sebagai syarat buat membebaskan empat warga Israel.

24 Juni 2021 19:46

Gilad Shalit, tentara Israel pernah ditawan Hamas di Jalur Gaza, kemarin menikah. 

Shalit mengawini perempuan bernama Nitzan Shabbat. Dia melamar kekasihnya itu pada Februari 2020 setelah berpacaran selama 1,5 tahun. 

Shalit menjadi tawanan Hamas pada 2006-2011. Hamas melepas Shalit ditukar dengan 1.027 tahanan Hamas di penjara-penjara Israel, termasuk Yahya Sinwar, kini menjadi pemimpin Hamas di Gaza. 

Itu menjadi pertukaran tawanan pertama antara Hamas dan Fatah. 

Sinwar akhir bulan lalu mengisyaratkan Hamas menuntut 1.111 tahanan Palestina sebagai syarat buat membebaskan empat warga Israel, yakni jenazah dua serdadu - Hadar Goldin dan Shaul Oron - serta Hisyam  as-Sayyid dan Avera Mengitsu. 

 

Resor Bianco segera dibuka di Jalur Gaza. (Albalad.co/Supplied)

Resor mewah segera dibuka di Gaza

Harga sewa tiap vila di resor Bianco sebesar Rp 4,4 juta semalam.

Pemimpin Hamas di Jalur Gaza Yahta Sinwar meninjau kerusakan akibat Perang Gaza pada Mei 2021. (Biro Pers Hamas buat Albalad.co)

Hamas: Kerugian akibat Perang Gaza sekitar Rp 6,9 triliun

Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid menekankan solusi dua negara tidak memungkinkan saat ini. "Kami tidak bisa diminta ambil bagian dalam membangun sebuah negara mengancam keselamatan kami."

Ghadanfar Abu Atwan, pemuda Palestina berumur 27 tahun, dibebaskan dari penjara Israel pada 8 Juli 2021 setelah mogok makan selama 65 hari. (Quds News Network)

Israel bebaskan pemuda Palestina dari penjara setelah 65 hari mogok makan

Abu Atwan ingin menunjukkan betapa kebebasan sangat berharga dirinya.

Daftar rekening mata uang digital milik orang-orang Hamas. (National Bureau for Counter Terror Financing)

Israel sita 84 rekening mata uang digital milik Hamas

Departemen Kehakiman Amerika tahun lalu merampas paling tidak 150 rekening mata uang digital kepunyaan orang-orang Hamas.





comments powered by Disqus