palestina

Brutalnya penangkapan terhadap aktivis anti-Abbas hingga berujung pada kematian

"Setelah memukuli Nizar secara brutal, mereka mulai menelanjangi, menyeret, dan memborgol kedua tangannya, ujar Hasan Banat, sepupu korban.

02 Juli 2021 17:54

Pihak keluarga mengungkap kebrutalan aparat keamanan Palestina saat menangkap Nizar Banat dari rumahnya di Hebron, Tepi Barat, Kamis pekan lalu, hingga menyebabkan dia tewas. Korban merupakan aktivis getol mengkritik korupsi pemerintahan Presiden Mahmud Abbas.

Hasan Banat mengungkapkan kepada Quds News Network mengenai kekejaman terhadap sepupunya itu. Hasan ada di rumah Nizar saat dia diculik 18 aparat intelijen Palestina. Dia bilang korban dipukuli tanpa ampun menggunakan tongkat besi.

Para personel keamanan ini menerobos masuk ketika Nizar sedang tidur. Mereka tadinya mencoba menjebol pintu menggunakan linggis namun gagal. Seorang aparat kemudian masuk melalui jendela lalu membukakan pintu bagi 17 koleganya.

Setelah berada di dalam rumah, lokasi persembunyian Nizar selama dua bulan dari kejaran pasukan keamanan loyalis Abbas, dua aparat menodongkan senjata terhadap Husain dan abangnya. Sedangkan personel lainnya mulai mencari keberadaan Nizar.

Husain dan abangnya tadinya mengira mereka meneronbos masuk adalah tentara Israel. Seorang aparat membawa linggis kemudian memukul kepala Nzar hingga dia terbangun kaget. "Semua aparat lalu mulai memukuli dia menggunakan apa saja waktu dia masih terbaring di ranjang," kata Husain. "Setelah memukuli Nizar secara brutal, mereka mulai menelanjangi, menyeret, dan memborgol kedua tangannya."

Tidak puas sampai di situ, pasukan keamanan Palestina itu lantas menyemprot wajah Nizar dengan tiga tabung cairan cabe. Korban berupaya bangun dan berusaha namun kesulitan. Nizar pingsan setelah kepalanya ditumbukkan ke tembok.

Dalam keadaan pingsan, Nizar kemudian dibawa keluar rumah. Sebagian aparat lalu kembali ke dalam rumah untuk mengambil komputer jinjing dan telepon selulernya milik Nizar. Mereka mengancam Husain dan abangnya bila nekat ke luar rumah.

Husain mengaku Nizar mengembuskan napas terakhir di rumahnya. "Mereka terus memukuli mayat Nizar," ujar Husain. Dia menegaskan pihak keluarga memiliki bukti dan identitas siapa saja menerbos masuk ke dalam rumah untuk menangkap Nizar dan siapa saja terlibat dalam pembunuhan itu.

Kematian Abbas ini memicu kemarahan rakyat Palestina. Dalam hitungan jam setelah kematian Nizar diumumkan, demosntrasi ribuan orang meletup di hebron, Ramallah, dan kompleks Masjid Al-Aqsa. Mereka menuntut Presiden Abbas mundur.

 

Demonstrasi di Kota Ramallah, Tepi Barat, Palestina, menuntut Presiden Mahmud Abbas mundur pada Juni 2021. (Quds News Network)

Korupnya rezim Abbas

Pada 1996, terbit riset pertama dan satu-satunya mengenai korupsi dalam kepemimpinan Palestina. Penelitian ini membikin marah Arafat dan wartawan memberitakan studi itu ditangkap. 

Kepala Perpustakaan Nasional Palestina Ihab Basaisu dipecat oleh Presiden Mahmud Abbas karena mengecam pembunuhan aktivis Nizar Banat. (Screencapture/Twitter)

Abbas pecat kepala perpustakaan nasional karena kecam pembunuhan aktivis Nizar Banat

Abbas sudah memperingatkan semua pejabat Palestina untuk tidak membahas kematian Banat.

Ratusan warga Palestina pada 3 Juli 2021 berdemonstrasi di Kota Ramallah, Tepi Barat. Mereka menuntut Presiden Mahmud Abbas segera mundur sebagai bentuk tanggung jawab atas pembunuhan aktivis Nizar Banat. (Twitter)

Ratusan demonstran di Ramallah tuntut Abbas segera mundur

Perwakilan dari Uni Eropa sudah bertemu kepala intelijen Palestina Muhammad. Mereka meminta keterangan mengenai pembunuhan Banat.

Demonstrasi menuntut Presiden Palestina Mahmud Abbas mundur berlangsung di Kota Ramallah, Tepi Barat. (Quds News Network)

Antisipasi demonstrasi anti-Abbas meluas, pemerintah Palestina pesan gas air mata dan bom suara dari Israel

"Meminta bantuan dari musuh adalah kejahatan," kata juru bicara Jihad Islam Tariq Salami.





comments powered by Disqus

Rubrik palestina Terbaru

Sudan ambil alih aset Hamas

Hamas menjadikan negara Afrika ini sebagai tempat transit untuk beragam senjata dari Iran dan negara lainnya akan dikirim ke Jalur Gaza. 

26 September 2021

TERSOHOR