palestina

Israel sita 84 rekening mata uang digital milik Hamas

Departemen Kehakiman Amerika tahun lalu merampas paling tidak 150 rekening mata uang digital kepunyaan orang-orang Hamas.

10 Juli 2021 13:16

Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz akhir bulan lalu memerintahkan untuk melacak dan menyita semua rekening mata uang digital milik orang-orang Hamas. Kebijakan ini dikeluarkan untuk memotong aliran dana ke kelompok pejuang Palestina berbasis di Jalur Gaza itu.

Sehari setelah instruksi Gantz terbit, pada 1 Juli lalu negara Zionis itu sudah merampas 84 rekening mata uang digital Hamas. Berdasarkan data NBCTF (Biro Nasional untuk Melawan Pendanaan Teror Israel), dari 84 rekening sudah disita ini, kepunyaan 30 orang. Namun hanya tujuh pemilik memiliki nama, nomor kartu identitas dan paspor Palestina. Sedangkan sisanya anonim.

Dari 84 rekening mata uang digital Hamas ini, sebanyak 31 rekening menggunakan mata uang Bitcin (BTH) dan sisanya menggunakan beragam jenis mata uang digital lainnya, yakni Etherum (ETH), Litecoin (LTC), Dogecoin (DOGE), Lisk (LSK), Binance Coin (BNB), Thether (USDT), Cardano (ADA), Stellar (XLM), Ripple (XRP), Siacoin (SC), Tron (TRX), ZCash (ZEC), ALGO, IOST, STRAT, KMD, dan XVG.

"Sarana intelijen, teknologi, dan hukum membuat kami dapat menjangkau uang teroris di seluruh dunia," kata Gantz dalam keterangan tertulis dilansir kantornya.

Kementerian Pertahanan Israel menuding Hamas getol menggalang dana lewat rekening digital karena lebih aman dan cepat dalam bertransaksi. Juga tidak memerlukan bank seperti mata uang konvensional.

Sejumlah anggota Kongres Amerika Serikat sudah mengajukan rancangan undang-undang bernama Undang-undang Pencegahan Pendanaan Internasinal Hamas masih bakal dibahas. Beleid ini akan memberikan sanksi kepada individu, badan hukum, atau pemerintah membantu uang buat Hamas dan kelompok pejuang Palestina lainnya di Gaza, seperti Jihad Islam.

Tahun lalu, Departemen Kehakiman Amerika menyita duit US$ 2 juta berada di lebih dari 300 rekening mata uang digital milik beragam milisi, termasuk Al-Qaidah dan ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah). Institusi ini juga merampas masing-masing empat situs web dan laman Facebook digunakan untuk penggalangan dana.

Dari jumlah itu, paling tidak 150 rekening digital dirampas adalah kepunyaan Hamas.

Pemimpin Hamas di Jalur Gaza Yahta Sinwar meninjau kerusakan akibat Perang Gaza pada Mei 2021. (Biro Pers Hamas buat Albalad.co)

Hamas: Kerugian akibat Perang Gaza sekitar Rp 6,9 triliun

Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid menekankan solusi dua negara tidak memungkinkan saat ini. "Kami tidak bisa diminta ambil bagian dalam membangun sebuah negara mengancam keselamatan kami."

Latihan militer digelar Hamad bagi kaum remaja Palestina di Jalur Gaza. (Biro Pers Hamas buat Albalad.co)

Hamas kirim pesan ancaman kepada tentara Israel

Penerima pesan adalah serdadu dalam jumlah besar dari berbagai batalion.

Saleh al-Aruri bertemu pemimpin Hizbullah Hasan Nasrallah di Ibu Kota Beirut, Libanon, pada 1 November 2018. (Al-Mayadeen)

Saleh al-Aruri terpilih sebagai pemimpin Hamas di Tepi Barat

Maret lalu, Yahya Sinwar terpilih lagi menjadi pemimpin Hamas di Jalur Gaza dan Juni lalu, Khalid Misyaal terpilih sebagai pemimpin Hamas buat wilayah diaspora.

Dokter Fida Wisyah asal Palestina diberhentikan dari sebuah rumah sakit anak di Kota Phoenix, Amerika Serikat, karena mengkritik Israel lewat Facebook. (Al-Quds al-Arabi)

Rumah sakit di Amerika pecat dokter Palestina karena kritik Israel

"Israel sebagai negara berdiri atas dasar kebrutalan, rasisme, dan kanibalisme tidak akan bertahan lama," tulis Fida.





comments powered by Disqus