palestina

Bennett tidak akan usir sejumlah keluarga Palestina dari rumah mereka di Syekh Jarrah

The Nahalat Shimon Company mampu membuktikan di pengadilan mereka memiliki dokumen kepemilikan sah atas keempat rumah itu memang milik orang-orang Yahudi lari ketika terjadi Perang Arab -Israel pada 1948.

27 Juli 2021 22:31

Pemerintah Israel tidak akan mengusir sejumlah keluarga Palestina dari rumah-rumah mereka di kawasan Syekh Jarrah, Yerusalem Timur, Palestina.

Seorang sumber dekat dengan Perdana Menteri Naftali Bennett memastikan Bennett tidak akan mengeluarkan perintah pengusiran terhadap beberapa keluarga Palestina di Syekh jarrah, meski Pengadilan Tinggi Yerusalem, berencana menyidangkan banding Senin pekan depan, memutuskan untuk membolehkan pengusiran.

Sumber ini menambahkan Bennett tidak ingin memperkeruh ketegangan di Yerusalem Timur, bakal menjadi alasan bagi Hamas untuk kembali menyerang negara Israel. Dia bilang kalau pun Pengadilan Tinggi menolak banding, pihak pengadilan juga tidak akan memerintahkan pengusiran.

Pengadilan Distrik Yerusalem sudah memerintahkan pengusiran empat keluarga Palestina dari rumah mereka di Syekh Jarrah (Shimon Hatzadik). Pengadilan menetapkan keempat rumah orang Palestina ini kepunyaan perusahaan bernama the Nahalat Shimon Company, ingin membuka lahan untuk membangun permukiman bagi warga Yahudi.

The Nahalat Shimon Company mampu membuktikan di pengadilan mereka memiliki dokumen kepemilikan sah atas keempat rumah itu memang milik orang-orang Yahudi lari ketika terjadi Perang Arab -Israel pada 1948. Rumah-rumah itu tadinya dipunyai oleh 28 warga Yahudi lari ke wilayah menjadi negara Israel.

Sedangkan keempat keluarga Palestina menjadi penghuninya sekarang, datang ke Yerusalem Timur dan diberi izin oleh Yordania untuk tinggal dan menempati rumah-rumah kepunyaan orang Yahudi lari dari sana.

Lahan di Syekh Jarrah tadinya dimiliki oleh dua organisasi Yahudi tapi sekarang sudah menjadi kepunyaan the nahalat Shimon Company.

 

Satu keluarga miskin di Kota Gaza bepergian menggunakan gerobak keledai, 22 Otober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Bennett: Tidak akan pernah ada negara Palestina

"Saya kira gagasan itu sebuah kesalahan mengerikan. Saya tidak akan mendukung ide ini."

Tulisan lan narhal (dalam bahasa Arab berarti kami tidak akan pergi) dipasang di sebuah papan penunjuk jalan di Al-Bustan, Silwan, Yerusalem Timur, Palestina. (Quds News Network)

Hari ini batas waktu 119 rumah warga Palestina di Yerusalem harus dirobohkan sendiri oleh pemiliknya

Israel memberi dua pilihan kepada 135 keluarga Palestina itu: membongkar sendiri rumah mereka atau bisa dirobohkan aparat berwenang Israel kapan saja.

Buldoser Israel membongkar sebuah rumah milik warga Palestina di kawasan Silwan, Yerusalem Timur, Palestina. (Albalad.co)

Israel beritahu 1.500 keluarga Palestina di Yerusalem harga bongkar rumah Rp 123 juta

Mereka diberi waktu 21 hari untuk menerima tawaran itu.

Ismail bin Ibrahim al-Halabi dan bayi lelakinya bernama Sajf al-Quds. (Albalad.co)

Israel tangkap lelaki Palestina karena namai bayinya Pedang Al-Quds

Saif al-Quds dilahirkan di Yerusalem Timur, Palestina, pada 15 Mei lalu, bertepatan dengan Nakbah.





comments powered by Disqus

Rubrik palestina Terbaru

Sudan ambil alih aset Hamas

Hamas menjadikan negara Afrika ini sebagai tempat transit untuk beragam senjata dari Iran dan negara lainnya akan dikirim ke Jalur Gaza. 

26 September 2021

TERSOHOR