palestina

Keluarga miskin di Gaza mulai terima bantuan fulus US$ 100 dari Qatar

Secara keseluruhan Qatar menggelontorkan dana bantuan US$ 30 juta per bulan untuk Gaza.

16 September 2021 15:58

Sekitar seratus ribu keluarga miskin di Jalur Gaza kemarin sudah mulai mendapatkan bantuan uang tunai sebesar US$ 100 sebulan dari pemerintah Qatar.

Bantuan bulanan dari negara Arab teluk untuk Gaza itu bergulir lagi empat bulan setelah berakhirnya Perang 10-20 Mei lalu.

Berbeda dengan sebelum Perang Mei, bantuan fulus itu diberikan dalam bentuk mata uang Israel, yakni 320 shekel bukan US$ 100 dalam bentuk mata uang dlar Amerika Serikat.

Sejak 2018, Qatar memberikan bantuan duit tunai US$ 100 kepada seratus ribu keluarga tidak mampu di Gaza. Selain itu, negara Arab supertajir ini juga menanggung gaji semua pegawai Hamas dan mendanai beragam proyek infrastruktur.

Secara keseluruhan Qatar menggelontorkan dana bantuan US$ 30 juta per bulan untuk Gaza.

Pemerintah Palestina di Ramallah pekan lalu memutuskan untuk mundur dari kesepakatan dengan Qatar dan Israel untuk mentransfer dana bagi pegawai Hamas. Mereka takut bank-bank di Ramallah akan dikenai sanksi.  

Mantan Kepala Biro Politik Hamas Musa Abu Marzuq. (Albalad.co/Supplied)

Abu Marzuq: Hanya Iran bantu Hamas dalam membangun kekuatan militer

"Tapi sebagai kelompok pejuang, kami akan melawan Israel sepanjang waktu, bukan tiap dua tahun. Kami akan terus melawan Israel tiap hari dan di mana saja di dalam negara kami," tutur Abu Marzuq.

Mantan Kepala Biro Politik Hamas Musa Abu Marzuq. (Albalad.co/Supplied)

Pemimpin Hamas sebut negara-negara Arab menjalin relasi resmi dengan Israel sebagai pengkhianat

Sudah enam negara Arab membina hubungan diplomatik dengan negara Zionis itu, yakni Mesir pada 1979, Yordania (1994), serta UEA, Bahrain, Maroko, dan Sudan (2020).

Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyah (kanan) dan pemimpin Hamas di Jalur Gaza Yahya Sinwar di Ibu Kota Kairo, Mesir, Oktober 2021. (Albalad.co/Supplied)

Hamas: Yerusalem dan Al-Aqsa adalah inti dari perjuangan Palestina untuk bebas dari penjajahan Israel

Turki merupakan negara berpenduduk mayoritas muslim pertama mengakui Israel pada 1949. Disusul Mesir (1979), Albania (1991), Azerbaijan (1992), Yordania (1994), UEA, Bahrain, Maroko, dan Sudan (2020), serta Kosovo (2021).

Pemimpin Hamas Musa Abu Marzuq. (Algulf.net)

Pemimpin Hamas: Iran paling banyak membantu Hamas

Abu Marzuq menekan semua negara membantu Hamas terbatas, sedangkan Iran satu-satunya menolong melewati batas.





comments powered by Disqus