palestina

Israel bongkar pemakaman muslim dekat Masjid Al-Aqsa

Yerusalem Timur akan selalu bergolak lantaran Palestina dan Israel sama-sama ingin menguasai kompleks Al-Aqsa.

27 Oktober 2021 09:15

Pemandangan itu mengiris hati. Perempuan Palestina berabaya dan berjilbab serba hitam itu kemarin memeluk erat kubur putranya di pemakaman muslim Yusufiyah, berlokasi dekat kompleks Masjid Al-Aqsa, Yerusalem Timur, Palestina, seperti dilansir Maydan al-Quds.

Dengan berlinang air mata, dia berusaha mempertahankan liang lahat anak lelakinya ini agar tidak dibongkar oleh buldoser Israel. Seorang polisi perempuan Israel melepaskan paksa dekapan ibu itu dari nisan putranya. Tidak ada seorang pun menolong.

"Pergi sana, pergi sana," kata perempuan ini mengibaskan tangan ke arah polisi lelaki Israel berupaya membujuk dirinya.

Sejak dua pekan lalu, otoritas Israel berupaya membongkar pemakaman Yusufiyah untuk dijadikan taman. Warga muslim Palestina berusaha melawan semampu mereka: menjaga areal kuburan itu sepanjang waktu.

Bentrokan meletup semalam. Pasukan Israel mengusir sejumlah pemuda Palestina sedang menjaga pemakaman Yusufiyah. Mereka melepaskan tembakan gas air mata untuk mengusir kerumunan orang Palestina dari sekitar makam.

Yerusalem Timur akan selalu bergolak lantaran Palestina dan Israel sama-sama ingin menguasai kompleks Al-Aqsa.

Pesan disampaikan Umar Abu Ashab dalam grup WhatsApp sebelum menusuk dua polisi Israel di kawasan Kota Tua, Yerusalem Timur, Palestina, 17 November 2021. (Albalad.co/Supplied)

Remaja Palestina berumur 16 tahun ditembak mati setelah tusuk dua polisi Israel

Tidak lama setelah kejadian ini, Hamas mengklaim Umar adalah anggota mereka.

Kepala Pemakaman Muslim di Yerusalem Mustafa Abu Zahra menunjukkan gigi dari penghuni pemakaman muslim Yusufiyah di Yerusalem Timur, Palestina. (Al-Qastal)

Israel buldoser pemakaman muslim dekat Al-Aqsa

Israel memang berencana mendirikan taman di atas lahan pekuburan Yusufiyah.

Para aktivis pembela Palestina mendirikan tenda di kawasan Syekh Jarrah, Yerusalem Timur, Palestina. (Maydan al-Quds)

Bennett tidak akan usir sejumlah keluarga Palestina dari rumah mereka di Syekh Jarrah

The Nahalat Shimon Company mampu membuktikan di pengadilan mereka memiliki dokumen kepemilikan sah atas keempat rumah itu memang milik orang-orang Yahudi lari ketika terjadi Perang Arab -Israel pada 1948.

Tulisan lan narhal (dalam bahasa Arab berarti kami tidak akan pergi) dipasang di sebuah papan penunjuk jalan di Al-Bustan, Silwan, Yerusalem Timur, Palestina. (Quds News Network)

Hari ini batas waktu 119 rumah warga Palestina di Yerusalem harus dirobohkan sendiri oleh pemiliknya

Israel memberi dua pilihan kepada 135 keluarga Palestina itu: membongkar sendiri rumah mereka atau bisa dirobohkan aparat berwenang Israel kapan saja.





comments powered by Disqus