palestina

Pembunuh anggota Hamas di Malaysia mengaku informan Mossad

Tinggal dua pelaku masih buron. Pelaku ditangkap sudah beberapa tahun mwnjafi informan Mossad.

11 Januari 2022 14:47

Hamas Ahad lalu mengumumkan telah menangkap salah satu pelaku pembunuhan anggota Hamas tinggal di Malaysia, Dr. Fadi Muhammad al-Batasy. Dia dihabisi pada 21 April 2018, dalam perjalanan untuk salat subuh berjamaah di masjid di Ibu Kota Kuala Lumpur. 

Hamas tidak menjelaskan identitas pelaku, waktu penangkapan, dan kapan dia kembali ke Jalur Gaza. "Hasil interogasi dilakukan intelijen Hamas menyimpulkan keterlibatan tersangka dalam pembunuhan Fadi atas perintah Mossad," kata Kementerian Dalam Negeri Hamas melalui keterangan tertulis diterima Albalad.co.

Hamas menyebutkan pelaku merupakan penduduk Gaza. 

Surat kabar Rai al-Yaum melaporkan pelaku dibekuk dalam sebuah operasi khusus setelah dia pulang ke Gaza. Intelijen Hamas berhasil menyadap pembicaraan telepon tersangka dengan bosnya di Mossad (dinas rahasia luar negeri Israel). 

Agen Mossad membayar pelaku untuk menghabisi Fadi kaget ketika mengetahui dia kembali ke Gaza. "Apa yang sudah kamu lakukan? Kenapa kamu pulang ke Gaza?"

Pelaku terkejut ketika mengetahui Hamas menyadap teleponnya. Kepada interogator, dia mengaku dibayar oleh Mossad. Dia bilang pembunuhan itu dilakukan oleh tiga orang dan dirinya adalah penembak Fadi. 

Keluarga mendiang Fadi girang mendengar kabar itu. Mereka tidak ingin berbicara dengan keluarga pelaku. 

Sejumlah sumber mengungkapkan kepada Al-Jazeera, pelaku sudah beberapa tahun menjadi informan Israel dan membantu sejumlah misi Mossad di luar Gaza.

Hamas biasanya menerapkan hukuman mati dengan cara ditembak atau digantung terhadap warga Palestina menjadi informan Israel.

 

 

Pemimpin Hamas di Jalur Gaza Yahya Sinwar pada 8 Januari 2022, sehabis salat isya, mengangkat tandu jenazah saudari kandungnya, Jamilah Sinwar, menuju pemakaman di Khan Yunis, selatan Gaza. (Albalad.co/Supplied)

Saudari kandung pemimpin Hamas di Gaza wafat

Jenazah Jamilah dikuburkan kemarin malam sehabis salat isya di Khan Yunis, selatan Gaza. 

Kepala Biro Politik Hamas Khalid Misyaal saat diwawancarai Faisal Assegaf dari Albalad.co di Ibu Kota Kuala Lumpur, Malaysia, November 2013. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Pemimpin Hamas terinfeksi Covid-19

Misyaal merupakan Kepala Biro Politik Hamas kedua setelah Musa Abu Marzuq.

Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyah mengadakan pertemuan dengan  tamunya Sekretaris Jenderal Jihad Islam Ziyad an-Nakhlah di kantornya di Ibu Kota Doha, Qatar, 12 Februari 2021. (Biro Pers Hamas buat Albalad.co)

Pemimpin Hamas ancam culik lagi warga Israel

Hamas masih menahan empat warga Israel di Jalur Gaza.





comments powered by Disqus

Rubrik palestina Terbaru

Dikira Yahudi, lelaki muslim asal Prancis dilarang masuk Masjid Al-Aqsa

sejak 2019, para peziarah Yahudi dibolehkan berdoa dengan suara pelan di areal tertentu dalam kompleks Al-Aqsa.

16 Januari 2022

TERSOHOR