pelesir

GCC berencana terapkan visa tunggal

Warga dari 35 negara nantinya bisa mengunjungi Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, Qatar, dan Oman hanya dengan satu visa.

20 Oktober 2014 07:39

Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) berencana menerapkan visa tunggal bagi pelancong dan pebisnis dari 35 negara Arab dan negara lain.

Samira al-Gharib, Direktur Pariwisata Kementerian Perdagangan Kuwait, mengatakan kepada sebuah surat kabar lokal, menteri-menteri dalam negeri GCC tengah menggodok rencana pemberlakuan visa tunggal itu.

Warga dari 35 negara itu nantinya bisa mengunjungi Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, Qatar, dan Oman hanya dengan satu visa. "Visa bersama ini menyasar orang-orang biasa bepergian ke negara GCC," kata Samira.

Lantaran masih begitu banyak hambatan, Samira mengatakan visa tunggal GCC ini tidak bisa diberlakukan tahun depan. Sistem satu visa ini merupakan satu dari tujuh rekomendasi disampaikan untuk memajukan pariwisata di kawasan Teluk Persia.

Surat keputusan dari Departemen Kontrol Perbatasan Israel melarang pelancong asal Indonesia berkunjung ke Israel. (Albalad.co)

Israel cabut larangan berkunjung bagi warga Indonesia

Pembatalan ini bersifat sementara, berlaku selama 7-27 Juni 2018.

Restoran di Dubai, Uni Emirat Arab. (Gulf Business)

Restoran dan bar di Dubai boleh sajikan makanan dan minuman beralkohol siang selama Ramadan

Kebijakan ini berlaku sejak 2016, namun ketika itu restoran dan bar baru boleh buka setelah matahari terbenam sekitar pukul tujuh malam.

Puteri Nura binti Faisal as-Saud, cicit dari pendiri kerajaan Arab Saudi Raja Abdul Aziz. (Arabian Business)

Puteri Nura, wajah baru industri fesyen di Arab Saudi

Pengaruh Jepang mulai terlihat di Riyadh, di mana gadis-gadis Saudi berabaya gaya kimono.

Bioskop empat dimensi. (Arabian Business)

Bioskop empat dimensi akan beroperasi di Arab Saudi tahun ini

Bakal dibuka di Riyadh dan dua kota lainnya.





comments powered by Disqus