pelesir

28 hotel di Bahrain dilarang gelar musik sebulan

Mereka mengubah restoran dan kafe menjadi lantai disko dan menari, menyewa penyanyi tidak berizin, dan beroperasi melebihi batas waktu.

16 November 2014 06:56

Sebanyak 28 hotel berbintang empat di Bahrain dikenai sanksi tidak boleh menggelar pertunjukan musik sebulan setelah Kementerian Budaya menemukan bukti mereka melanggar aturan kegiatan pelancongan.

Larangan ini termasuk menyewa para penari dan grup band, seperti dilansir Gulf Daily News.

Direktur Jenderal Pariwisata Kementerian Budaya Bahrain Syekh Khalid bilang sanksi itu diterapkan setelah 28 hotel itu berkali-kali melanggar. Padahal Kementerian Budaya sudah memberi sejumlah peringatan dan menggelar pertemuan dengan pihak hotel. "Keputusan itu diambil setelah mempelajari 154 pelanggaran di 28 hotel berbintang empat meski sudah diberi peringatan sejak tahun lalu," kata Syekh Khalid.

Dalam sebuah pernyataan tertulis kepada Bahrain News Agency, dia menjelaskan pelanggaran dilakukan 28 hotel itu, yakni mengubah restoran dan kafe menjadi lantai disko dan menari. Mereka juga menyewa penyanyi tidak berizin dan beroperasi melebihi batas waktu. Ini semua menghina tradisi masyarakat Bahrain.

Dia menambahkan akan ada kategori baru soal hotel dan hotel apartemen akan dsetujui dalam beberapa hari sebagai bagian dari identitas baru pariwisata. Syekh Khalid mengatakan pendapatan dari turisme tahun ini 200 juta dinar Bahrain atau US$ 530 juta, naik dari tahun sebelumnya 180 juta dinar Bahrain.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (alriyadh.com)

Arab Saudi segera terbitkan visa pelancong bulan ini

Visa turis itu seharga 440 riyal, dapat diperoleh secara onile atau setiba di Arab Saudi.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Al-Arabiya)

Arab Saudi akan undang Bruno Mars, Alicia Keys, dan Jennifer Lopez

Untuk pertama kali pula, penonton di Arab Saudi bakal disuguhkan pertunjukan teater dan tari modern.

Desain taman hiburan Qiddiyah, tengah dibangun di Arab Saudi. (Arabian Business0

Arab Saudi akan bangun roller coaster terpanjang, tertinggi, dan tercepat sejagat

Tiga fase pertama dari proyek Qiddiyah akan dibuka untuk masyarakat umum pada 2023.

Sebuah mal di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, masih ramai pengunjung ketika waktu salat magrib tiba. (Arabian Business)

Arab Saudi izinkan restoran, toko, dan mal buka di waktu salat

Hingga tiga tahun lalu, polisi syariah masih kelihatan berpatroli di negara Kabah itu. Mereka mengusir lelaki dan perempuan dari restoran, toko, dan mal-mal untuk salat ketika azan berkumandang.





comments powered by Disqus