pelesir

Kuliner menjemukan di Yordania

Makanannya serba daging, tidak banyak pilihan.

05 Mei 2015 13:18

Untuk urusan lokasi wisata, Yordania memiliki beragam pilihan. Menyusuri kota kuno Petra, mengambang di Laut Mati, bermalam di gurun Wadi Rum, berdiri seperti Nabi Musa menghadap ke arah Palestina di Jabal Musa, menyibak air Sungai Yordania pernah dipakai buat membaptis Yesus, atau membayangkan para gladiator bertarung di Teater Romawi.

Tapi buat memenuhi selera lidah, kerajaan Bani Hasyim ini membosankan. Pilihan kulinernya cuma daging - ayam, kambing, dan sapi. Mau dalam bentuk kebab, falafil, kufta, atau nasi Hadramaut, semua dilengkapi daging. Minumannya cuma ada dua pilihan: jus buah atau minuman kemasan berbagai rasa.

"Kalau sekadar melancong nggak apa-apa, tapi kalau tinggal di sini makanannya membosankan," kata Fahim, mahasiswa program magister asal Indonesia menetap di Ibu Kota Amman, kepada Albalad.co.

Menurut teman satu kosnya, Hijrian, kondisi ini berbeda jauh dengan Mesir. Keduanya lulusan Universitas Al-Azhar di Ibu Kota Kairo. "Di Mesir kita mudah mendapatkan makanan Indonesia. Tempe, tahu, ikan asin, tersedia," ujarnya. "Bahkan di dekat tempat tinggal saya, Distrik Nasir City, ada warung bakso, makanan Padang, soto Lamongan."

Bahkan ketika saya makan tom yam di sebuah restoran milik mahasiswa Thailand di Kota Muktah, Provinsi Al-Karak, isinya daging sapi. Bukan ikan, cumi, atau udang seperti biasanya. Saya hanya bisa menikmati kuah khasnya berasa asam pedas.

Saya pun merasa jenuh. Setelah tiga hari bertemu daging, perut dan lidah saya mulai memberontak. Alhasil, mie instan sudah lama ditinggalkan terpaksa saya lahap.

Restoran di Dubai, Uni Emirat Arab. (Gulf Business)

Restoran dan bar di Dubai boleh sajikan makanan dan minuman beralkohol siang selama Ramadan

Kebijakan ini berlaku sejak 2016, namun ketika itu restoran dan bar baru boleh buka setelah matahari terbenam sekitar pukul tujuh malam.

Puteri Nura binti Faisal as-Saud, cicit dari pendiri kerajaan Arab Saudi Raja Abdul Aziz. (Arabian Business)

Puteri Nura, wajah baru industri fesyen di Arab Saudi

Pengaruh Jepang mulai terlihat di Riyadh, di mana gadis-gadis Saudi berabaya gaya kimono.

Bioskop empat dimensi. (Arabian Business)

Bioskop empat dimensi akan beroperasi di Arab Saudi tahun ini

Bakal dibuka di Riyadh dan dua kota lainnya.

Sekeluarga pelancong asing menumpang delman menyusuri kota kuno Petra di Yordania, Kamis, 30 April 2015. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Muslim sekadar jargon

Karena terlanjur sebal, saya terpaksa menerima kembalian sepuluh dinar itu. Dalam hati saya menggerutu, "Sambutan positif karena saya muslim sekadar jargon."





comments powered by Disqus