pelesir

Muslim sekadar jargon

Karena terlanjur sebal, saya terpaksa menerima kembalian sepuluh dinar itu. Dalam hati saya menggerutu, "Sambutan positif karena saya muslim sekadar jargon."

08 Mei 2015 21:30

"Alhamdulillah" atau "Quwais (bagus)" adalah dua sambutan positif saya terima selama di Yordania setelah mereka mengetahui saya beragama Islam. Tapi jangan buru-buru senang, apalagi sampai terlena.

Saya pernah kecele gara-gara reaksi menggembirakan itu. Kejadian tidak mengenakkan ini berlangsung saat saya berkeliling naik taksi ke Citadel, Gua Ashabul Kahfi, Jabal Musa, dan tempat pembaptisan Yesus. Sopir taksi mengaku bernama Muhammad sudah sepakat dengan harga 80 dinar atau sekitar Rp 1,44 juta.

Kami pun berangkat ke empat tujuan pelesiran sesuai urutan saya sebutkan di atas. Sepanjang jalan Muhammad menyetel kaset mengaji Al-Quran. Kadang dia pun membaca sebagian firman Allah.

Tapi gelagat buruk mulai terendus setelah dalam perjalanan dia beberapa kali membandingkan ongkos sudah kami sepekati dengan bayaran dia terima saat mengantar pelancong asal Malaysia. "Dari Amman ke Gua Ashabul Kahfi dan Jabal Musa lalu balik lagi 120 dinar," ujar Muhammad.

Kecurigaan kian terbukti setelah tiba di depan hotel, saya memberikan fulus seratus dinar. Dia menolak memberi kembalian dengan alasan kelamaan menunggu dan sebagainya. Meski ditagih berkali-kali Muhammad tetap tidak mau mengembalikan 20 dinar.

Dengan kesal saya membanting pintu taksi dan mengancam melaporkan tindakan lancungnya itu ke Kedutaan Indonesia. Seperempat jam kemudian sopir taksi itu datang ke kemar hotel saya dan cuma mau mengembalikan sepuluh dinar seraya meminta maaf. Dia beralasan sisanya sebagai laba untuk dibawa pulang.

Karena terlanjur sebal, saya terpaksa menerima kembalian sepuluh dinar itu. Dalam hati saya menggerutu, "Sambutan positif karena saya muslim sekadar jargon."

Museum Seni Haifa di Kota Haifa, Israel. (Wikipedia)

Patung McJesus picu kemarahan warga Kristen di Israel

Leinon menekankan karyanya itu mengkritik Ronald McDonald telah menjadi simbol budaya pop mirip pemujaan atas sebuah agama.

Perempuan Arab Saudi di stadion saat perayaan hari berdirinya negara itu pada September 2017. (Arab News)

Perempuan Arab Saudi protes aturan bercadar

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman Maret lalu bilang perempuan di negara Kabah itu tidak harus berabaya atau bercadar.

Ilustrasi pengantin Arab. (americanbedu.com)

Biaya nikah kian mahal di Mesir

Tahun ini, Nadia menghabiskan sekitar 80 ribu pound (US$ 4.500) hanya untuk kebutuhan dapurnya dan keperluan buat pengantin perempuan.

Lokasi pembaptisan Yesus di tepi timur Sungai Yordania, Yordania, Selasa, 28 April 2015. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Kuliner menjemukan di Yordania

Makanannya serba daging, tidak banyak pilihan.





comments powered by Disqus

Rubrik pelesir Terbaru

Patung McJesus picu kemarahan warga Kristen di Israel

Leinon menekankan karyanya itu mengkritik Ronald McDonald telah menjadi simbol budaya pop mirip pemujaan atas sebuah agama.

13 Januari 2019

TERSOHOR