pelesir

Mengenal tradisi menikah di negara-negara Arab

Jeleknya lagi, mahar di negara-negara Arab terbilang mahal.

07 Agustus 2015 10:35

Ada beragam tradisi dalam prosesi pernikahan termasuk di negara-negara Arab.

Pesta henna di dunia Arab seperti pesta bujang di negara-negara Barat. Dalam acara ini calon pengantin perempuan dirias kedua telapak hingga pergelangan tangannya. "Henna biasanya berlangsung satu hingga dua pekan sebelum malam pernikahan," kata Nada Darwisy, pemilik butik City Bride di Arab Saudi, kepada Al-Arabiya.

Perayaan ini dihadiri kerabat dan teman-teman mempelai wanita dan tentu saja pelukis henna. Makanan, minuman, dan tarian disajikan.

Tradisi ini juga menular ke suku Melayu di Indonesia, dikenal dengan malam pacar. Bedanya, malam pacar ini berlaku sehari sebelum akad nikah. Biasanya mertua dari pihak lelaki ikut menyaksikan.

Lalu ada tarian zafin, terutama di pesta-pesta pernikahan di Libanon. Tarian ini buat menhyambut kehadiran pasangan pengantin saat malam resepsi.

Di Arab Saudi, para penari zafin menandu pengantin perempuan di atas pundak mereka menuju kursi pelaminan. Di negara Kabah ini, pesta pernikahan dipisah antara pesta kaum adam dengan khusus untuk perempuan. "Pernikahan di Saudi sangat mewah dan mahal," ujar Nada. "Tiap pengantin perempuan ingin malam resepsi mereka unik."

Tari zafin ini juga dipakai orang-orang Melayu di Riau.

Gaun dipakai pengantin perempuan Arab disebut kaftan, panjangnya hingga semata kaki dan berlengan panjang. Pengantin wanita bisa mengganti kaftan hingga tujuh kali selama pesta pernikahan.

Pengantin Arab juga mengenal bulan madu. Orang-orang pedesaan di Mesir jarang melakoni hal ini. Mereka biasanya tinggal di rumah selama sepekan sebelum menerima kerabat dan kawan datang membawa kado, makanan, dan pasokan lainnya. Namun di perkotaan, pasangan pengantin merayakan malam pertama di hotel sebelum pergi ke tempat melancong, seperti Laut Merah atau luar negeri.

Kebiasaan orang Arab adalah menikah dengan satu suku. Selain untuk menjaga keturunan, agar harta warisan tidak jatuh ke suku lain. Ini membuat perempuan-perempuan Arab tidak memiliki banyak pilihan. Kalau sampai menikah dengan lelaki suku lain bisa bermasalah.

Seorang mahasiswa Indonesia di Kota Muktah, Yordania, bercerita ada gadis setempat kesengsem dengan lelaki Indonesia. Keduanya saling suka, tapi karena tradisi kawin sesuku asmara mereka terputus. "Lelakinya diancam mau dibunuh," kata sumber itu kepada Albalad.co Mei lalu.

Selain itu masih menggunakan sistem perjodohan. Lelaki dan perempuan bakal tidur seranjang tidak saling mengenal dan bahkan belum pernah bertemu. Urusannya bisa berabe.

Seperti terjadi Arab Saudi November tahun lalu. Seorang pria menceraikan istrinya di pesta pernikahan. Dia kecewa setelah melihat wajah pengantin perempuan lantaran tidak secantik dia bayangkan.

Jeleknya lagi, mahar di negara-negara Arab terbilang mahal. Inilah membikin banyak perempuan di sana menjadi perawan tua. Hiba Ziad, gadis asal Kota Gaza, bilang kepada Albalad.co tiga tahun lalu, mahar diminta keluarga perempuan dari kelas menengah rata-rata US$ 7 ribu. "Kalau gadis gurun US$ 2 ribu saja cukup."

Sebab itu, kata Hiba, banyak pasangan pengantin menikah dengan berutang. "Setelah menikah, perhiasan dipakai sebagai mahar kawin dijual lagi buat melunasi utang," tuturnya.

Tradisi mestinya tidak membuat orang terhalang menjalankan sunnah nabi, termasuk soal menikah. Imam Ali bin Abi Thalib saja cuma bermodal baju perang besi murah saat melamar Fathimah, putri Nabi Muhammad.

Museum Seni Haifa di Kota Haifa, Israel. (Wikipedia)

Patung McJesus picu kemarahan warga Kristen di Israel

Leinon menekankan karyanya itu mengkritik Ronald McDonald telah menjadi simbol budaya pop mirip pemujaan atas sebuah agama.

Perempuan Arab Saudi di stadion saat perayaan hari berdirinya negara itu pada September 2017. (Arab News)

Perempuan Arab Saudi protes aturan bercadar

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman Maret lalu bilang perempuan di negara Kabah itu tidak harus berabaya atau bercadar.

Ilustrasi pengantin Arab. (americanbedu.com)

Biaya nikah kian mahal di Mesir

Tahun ini, Nadia menghabiskan sekitar 80 ribu pound (US$ 4.500) hanya untuk kebutuhan dapurnya dan keperluan buat pengantin perempuan.

Husain al-Jasim dari Uni Emirat Arab, menjadi penyanyi Arab pertama tampil dalam konser Natal tahunan di Vatikan, 15 Desember 2018. (Twitter)

Penyanyi Arab pertama tampil dalam konser Natal di Vatikan

Al-Jasmi menyanyikan lagu berjudul "We are the World" dalam konser di balai pertemuan Paulus VI.





comments powered by Disqus

Rubrik pelesir Terbaru

Patung McJesus picu kemarahan warga Kristen di Israel

Leinon menekankan karyanya itu mengkritik Ronald McDonald telah menjadi simbol budaya pop mirip pemujaan atas sebuah agama.

13 Januari 2019

TERSOHOR