pelesir

Kelakuan pelancong Arab memalukan

Bila kelakukan turis-turis ini tidak terkontrol, bisa merusak reputasi negara di luar negeri.

13 Agustus 2015 16:25

Para pelancong dari Arab Saudi dan negara-negara Arab Teluk lainnya menjadi sasaran kecaman dan kritikan dari para pengguna media sosial lantaran kelakuan mereka memalukan saat berlibur di negara orang.

Sejumlah foto dan video beredar menunjukkan mereka memasak, membikin sampah, dan mengisap syisya di tempat-tempat terbuka mereka kunjungi.

Khalaf al-Harbi dalam kolomnya di Okaz menulis musim panas tahun ini benar-benar istimewa bagi para pelancong dari negara-negara Arab Teluk di Eropa. Mereka melakukan apa saja tidak bakal dilakoni orang lain. Sudah begitu, direkam lagi.

"Mereka mencuri bebek, disembelih, dan dimasak," katanya. "Mereka memasak di tepi danau dan mengisap syisya sambil duduk di lapangan depan Menara Eiffel."

Basyair Muhammad menjelaskan dalam Al-Madinah bila kelakukan turis-turis ini tidak terkontrol, bisa merusak reputasi negara di luar negeri. "Saya pikir Arab Saudi dan warganya akan membayar akibatnya, serta bisa membikin diplomat kita dalam situasi memalukan," ujarnya.

Menurut data statistik terbaru, jumlah wisatawan Arab Teluk ke Eropa meroket dalam beberapa tahun belakangan. Hampir 50 persen pelancong asal Saudi memilih Eropa sebagai tujuan liburan musim panas.

Di Indonesia pun kelakuan para turis Arab ini juga tidak kalah memalukan. "Mereka suka mencari perempuan untuk dikawin kontrak," kata seorang sumber Albalad.co tinggal di daerah Puncak, Jawa Barat.

Puncak pun amat tersohor di kalangan wisatawan lelaki Arab. Setiba di Bandar Udara Soekarno Hatta awal Mei lalu, Albalad.co bertemu beberapa pemuda dari Saudi mengaku ingin berlibur ke Puncak.

Ilustrasi perempuan Arab sedang berbicara di telepon seluler. (Arab News)

Pacaran tidak lagi tabu di Arab Saudi

Keduanya ketahuan oleh polisi syariah saat sedang berduaan di dalam mobil. Fadilah ditangkap tapi pangrean dibebaskan.

Lukisan wajah Yesus berjudul Salvator Mundi (Sang Penyelamat Dunia) karya Leonardo Da Vinci. (Arabian Business)

Arab Saudi akan bangun museum buat pajang lukisan wajah Yesus milik Bin Salman

Anak dari Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz ini membeli lukisan buatan Leonardo da Vinci itu seharga Rp 6,3 triliun tiga tahun lalu.

UNHCR Eminent Advocate Dato Tahir menggendong Hanan, anak pengungsi Suriah tinggal bersama orang tuanya di sebuah kamp di Distrik Zajla, Lembah Bekaa, Libanon. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Hampir setengah dari situs bersejarah Yahudi di Suriah hancur karena perang

Situs Yahudi terancam hancur di Suriah adalah Sinagoge Bandara di Kota Aleppo dan Sinagoge Nabi Elijah di Ibu Kota Damaskus.

Jamal Khashoggi, pengkritik pemerintah Arab Saudi. (Twitter)

Perusahaan film asal Inggris akan buat film mengenai pembunuhan Jamal Khashoggi

Mayatnya dimutilasi namun sampai sekarang Saudi masih merahasiakan di mana potongan-potongan tubuh Khashoggi dikubur.





comments powered by Disqus