pelesir

Menyesap kopi di Tel Aviv

Tingkat kebiasaan orang Israel minum kopi masih rendah. Rata-rata warga Israel sehari menghabiskan 0,4 cangkir kopi.

11 Oktober 2015 10:57

Di Israel, toko-toko makanan dan minuman khas Amerika serta McDonald's bertebaran. Tapi satu jaringan waralaba tidak terlihat di negara Bintang Daud itu adalah Starbucks.

Starbucks memiliki banyak cabang di seluruh dunia, namun di Israel cuma bertahan dua tahun, sejak 2001 hingga 2003. Sebagian pihak menduga Starbucks keluar dari Ibu Kota Tel Aviv untuk meredakan pasar anti-Israel di dunia Arab. Atau mungkin Starbucks tidak berdaya menghadapi keperkasaan kopi racikan Israel.

Para pelancong asing datang ke negara Yahudi itu lebih memuji falafil dan hummus. Mereka juga lebih tertarik dengan produk susu atau citrus ketimbang kopi sajian Starbucks.

Secara geografi dan budaya, Israel merupakan jembatan antara Timur dan Barat. Penduduk pendatangnya mulai Yaman hingga Jerman, Uzbekistan, dan Amerika Serikat. Alhasil, makanan beredar di sana campuran dari tradisi masing-masing imigran. Di Tel Aviv, gerai-gerai makanan pinggir jalan menjual syawarma, asli Timur Tengah, sampai roti isi dengan sajian khas Prancis.

Kedai-kedai kopi Italia menawarkan menu espresso dan machiato bersaing kuat dengan kafe Turki menawarkan kopi dibuat dengan sederhana: bubuk kopi disiram air mendidih.

Tradisi minum kopi ala Amerika - berjalan sambil menyesap kopi dalam secangkir kertas - jarang terlihat di Tel Aviv. Warga kota itu lebih suka menghirup kopi sambil duduk berjam-jam membahas beragam topik, mulai politik hingga bagaimana mengembangkan perusahaan rintisan.

Namun tingkat kebiasaan orang Israel minum kopi masih rendah. Rata-rata warga Israel sehari menghabiskan 0,4 cangkir kopi, seperti dilansir majalah the Atlantic. Jauh di bawah orang Belanda bisa minum 2,4 cangkir kopi saban hari atau secangkir kopi per hari kebiasaan orang Amerika.

Menurut situs CoffeeShop.co.il, orang Israel lebih senang minum kopi instan dibanding kopi bubuk. Tradisi sudah mulai berubah: mereka kini sudah menikmati kopi dengan cangkir kertas tapi bukan sambil berjalan. Duduk berjam-jam di kursi luar kafe.

Museum Seni Haifa di Kota Haifa, Israel. (Wikipedia)

Patung McJesus picu kemarahan warga Kristen di Israel

Leinon menekankan karyanya itu mengkritik Ronald McDonald telah menjadi simbol budaya pop mirip pemujaan atas sebuah agama.

Perempuan Arab Saudi di stadion saat perayaan hari berdirinya negara itu pada September 2017. (Arab News)

Perempuan Arab Saudi protes aturan bercadar

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman Maret lalu bilang perempuan di negara Kabah itu tidak harus berabaya atau bercadar.

Ilustrasi pengantin Arab. (americanbedu.com)

Biaya nikah kian mahal di Mesir

Tahun ini, Nadia menghabiskan sekitar 80 ribu pound (US$ 4.500) hanya untuk kebutuhan dapurnya dan keperluan buat pengantin perempuan.

Husain al-Jasim dari Uni Emirat Arab, menjadi penyanyi Arab pertama tampil dalam konser Natal tahunan di Vatikan, 15 Desember 2018. (Twitter)

Penyanyi Arab pertama tampil dalam konser Natal di Vatikan

Al-Jasmi menyanyikan lagu berjudul "We are the World" dalam konser di balai pertemuan Paulus VI.





comments powered by Disqus

Rubrik pelesir Terbaru

Patung McJesus picu kemarahan warga Kristen di Israel

Leinon menekankan karyanya itu mengkritik Ronald McDonald telah menjadi simbol budaya pop mirip pemujaan atas sebuah agama.

13 Januari 2019

TERSOHOR