pelesir

Gowes damai Damaskus

Untuk pertama kali acara bersepeda ria digelar massal di Damaskus.

19 Desember 2015 16:52

Perang boleh saja sudah meletup di Suriah empat tahun terakhir, namun Ibu Kota Damaskus tetap damai dan nyaman. Itulah pesan ingin disampaikan dalam acara Damascus Fun Bike digelar oleh gerakan anak muda Damaskus bernama Yalla Let's Bike Jumat pekan lalu.

KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) di Damaskus menjadi satu-satunya kantor perwakilan asing ikut dalam agenda bersepeda ria itu. Sepuluh orang dari KBRI, termasuk Pejabat Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya A.M. Sidqi serta Pejabat Fungsi Konsuler dan Ekonomi Makhya Suminar, berseragam coklat.

Bersepeda ria ini menempuh jalan protokol Mazzih sejauh hingga sepuluh kilometer. Dimulai dari Stadion Jalaa sampai Bundaran Umayyah (mirip Bundaran Hotel Indonesia di Jakarta) lalu berakhir lagi di Stadion Jalaa. Jalur ini melewati gedung opera dan perpustakaan nasional Al-Assad, serta tidak jauh dari istana Presiden Basyar al-Assad.

Sidqi menjelaskan ini pertama kalinya acara bersepeda ria itu berlangsung massal lantaran situasi Damaskus aman. Jumlah pesertanya 1.500 orang dan seluruhnya berseragam merah muda. Hanya saja bersepeda belum menjadi tradisi di sana. "Justru ini untuk mengkampanyekan bersepeda karena transportasi kota jelek," katanya kepada Albalad.co melalui WhatsApp semalam.

Dalam siaran pers diterima Albalad.co, Sidqi bilang keterlibatan KBRI untuk menegaskan posisi Indonesia tetap mendukung rakyat Suriah dan perdamaian di negara Syam itu. "Sebagaimana selalu Duta Besar Djoko Harjanto sampaikan, sahabat baik tidak akan meninggalkan temannya sedang kesulitan,” ujarnya.

Makhya menambahkan partisipasi itu buat menunjukkan Indonesia ingin menjadi bagian dari citra baru Suriah: damai dan penuh harapan segar.

Cincin milik Pontius Pilate, gubernur Romawi memerintahkan penyaliban Yesus, ditemukan di Bethlehem, Tepi Barat, pada 1968. (C. Am)

Cincin milik penyalib Yesus ditemukan di Bethlehem

Pilate memerintah Yerusalem selama 26-36 Masehi.

Seorang perempuan Arab Saudi mengunggah foto dirinya berabaya terbalik di depan umum. (Twitter)

Protes aturan berpakaian, perempuan Saudi berabaya terbalik

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman telah menyatakan kaum hawa di Arab Saudi tidak wajib berabaya. Yang penting berpakaian muslimah dan sopan.

Lisa, rapper perempuan pertama Arab Saudi. (Saudi Gazette)

Penyanyi rap perempuan pertama di Arab Saudi

Namanya Lisa. Dia tinggal di Kota Madinah.

UNHCR Eminent Advocate Dato Tahir menggendong Hanan, anak pengungsi Suriah tinggal bersama orang tuanya di sebuah kamp di Distrik Zajla, Lembah Bekaa, Libanon. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Derma Zionis buat pemberontak Suriah

Jumlah senjata dan dana diberikan Israel kepada para pemberontak Suriah kecil ketimbang bantuan diberikan negara-negara lain, termasuk Qatar, Arab Saudi, Turki, dan Amerika Serikat.





comments powered by Disqus