pelesir

Perpustakaan berkoleksi lebih dari sejuta buku diresmikan di Dubai tahun depan

Dubai bakal menggelar festival sastra pertama dan terbesar di Timur Tengah pada 1-12 Maret mendatang.

30 Januari 2016 16:31

Sebuah perpustakaan raksasa berdesain buku tengah dibuka dan memiliki koleksi paling sedikit sejuta buku bakal diresmikan tahun depan di Kota Dubai, Uni Emirat Arab.

Proyek pembangunan Perpustakaan Syekh Muhammad bin Rasyid - merujuk pada nama Emir Dubai Syekh Muhammad bin Rasyid al-Maktum ini - dimulai Juli 2013. Bangunan seluas 66 ribu meter persegi itu berlokasi di kawasan Al-Jaddaf.

Perpustakaan ini dilengkapi layanan Internet, beragam ruang baca terbuka, sebuah panggung, bioskop, perpustakaan visual dan auditori, serta tempat peminjaman buku. Juga ada areal bermain anak-anak.

Dubai juga bakal menggelar festival sastra pertama dan terbesar di Timur Tengah pada 1-12 Maret mendatang di the Dubai International Writers’ Centre and the InterContinental Hotel, Dubai Festival City. Sebanyak 150 penulis sudah menyatakan akan hadir.

Presiden Uni Emirat Arab Syekh Khalifah bin Zayid an-Nahyan sudah menyatakan 2016 sebagai Tahun Baca Nasional. Juga akan segera diresmikan delapan kios peminjaman buku di Pantai Layangan dan Pantai Al-Mamzar.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (alriyadh.com)

Arab Saudi segera terbitkan visa pelancong bulan ini

Visa turis itu seharga 440 riyal, dapat diperoleh secara onile atau setiba di Arab Saudi.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Al-Arabiya)

Arab Saudi akan undang Bruno Mars, Alicia Keys, dan Jennifer Lopez

Untuk pertama kali pula, penonton di Arab Saudi bakal disuguhkan pertunjukan teater dan tari modern.

Desain taman hiburan Qiddiyah, tengah dibangun di Arab Saudi. (Arabian Business0

Arab Saudi akan bangun roller coaster terpanjang, tertinggi, dan tercepat sejagat

Tiga fase pertama dari proyek Qiddiyah akan dibuka untuk masyarakat umum pada 2023.

Sebuah mal di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, masih ramai pengunjung ketika waktu salat magrib tiba. (Arabian Business)

Arab Saudi izinkan restoran, toko, dan mal buka di waktu salat

Hingga tiga tahun lalu, polisi syariah masih kelihatan berpatroli di negara Kabah itu. Mereka mengusir lelaki dan perempuan dari restoran, toko, dan mal-mal untuk salat ketika azan berkumandang.





comments powered by Disqus