pelesir

Puncak masih paling favorit bagi pelancong Arab

"Mereka tahunya Puncak itu kawasan untuk pesta-pesta, seks bebas, dan prostitusi," ujar Syaibani.

23 April 2016 06:06

Daerah Puncak di Jawa Barat masih menjadi tujuan wisata paling favorit bagi para pelancong dari Timur Tengah.

"Sebab segalanya terbilang murah bagi para turis Arab, mulai makanan, penginapan, hingga transportasi," kata Muhammad asy-Syaibani, konsultan wisata di Ibn Batuta Holidays, agen perjalanan khusus menangani pelancong dari Timur Tengah, kepada Albalad.co awal pekan ini.

Dia menjelaskan para pelancong Arab itu menyukai Puncak karena berhawa dingin. Dan biasanya mereka membanjiri Puncak saat Timur Tengah sedang musim panas, saban Mei hingga Oktober. Dia memperkirakan satu turis Arab bisa menghabiskan Rp 2,5 juta sehari untuk hotel atau vila, makanan, hiburan, dan transportasi.

Namun dia mengakui citra Puncak memang negatif bagi turis-turis muda Arab karena perempuan dan minuman beralkohol gampang didapat. "Mereka tahunya Puncak itu kawasan untuk pesta-pesta, seks bebas, dan prostitusi," ujar Syaibani. "Ini amat buruk bagi reputasi Indonesia dan juga bisnis kami."

Syaibani menegaskan Ibn Batuta Holidays selalu menolak para pelancong Timur Tengah ingin menikmati seks bebas dengan kedok kawin kontrak di Puncak. "Kami hanya mau fulus halal."

Meski Puncak masih paling diminati, Syaibani menambahkan Ibn Batuta Holidays berupaya mengenalkan kawasan wisata lain di Indonesia, baik di Jawa, Bali, Lombok, Sumatera, dan bahkan hingga Raja Ampat di Papua. Dia bilang pihaknya memiliki paket antara lain Jakarta-Yogya-Bali-Lombok selama sepuluh hari seharga Rp 18 juta.

Dia mengatakan pihaknya juga memiliki beragam paket wisata lengkap, mulai sejarah, alam, kuliner, dan petualangan. "Bali amat diminati bagi pasangan bulan madu," tuturnya.

Hanya saja Syaibani mengakui Ibn Batuta Holidays, perusahaan milik orang Abu Dhabi, masih memerlukan dukungan dan kerja sama dari pemerintah Indonesia untuk menggaet lebih banyak lagi pelancong dari Timur Tengah.    

Dia memperkirakan jumlah pelancong dari Timur Tengah berkunjung ke Indonesia tahun ini naik lebih dari 15 persen ketimbang tahun lalu. "Paling banyak dari Arab Saudi, diikuti Qatar, Kuwait, dan Bahrain."

Husain al-Jasim dari Uni Emirat Arab, menjadi penyanyi Arab pertama tampil dalam konser Natal tahunan di Vatikan, 15 Desember 2018. (Twitter)

Penyanyi Arab pertama tampil dalam konser Natal di Vatikan

Al-Jasmi menyanyikan lagu berjudul "We are the World" dalam konser di balai pertemuan Paulus VI.

Cincin milik Pontius Pilate, gubernur Romawi memerintahkan penyaliban Yesus, ditemukan di Bethlehem, Tepi Barat, pada 1968. (C. Am)

Cincin milik penyalib Yesus ditemukan di Bethlehem

Pilate memerintah Yerusalem selama 26-36 Masehi.

Seorang perempuan Arab Saudi mengunggah foto dirinya berabaya terbalik di depan umum. (Twitter)

Protes aturan berpakaian, perempuan Saudi berabaya terbalik

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman telah menyatakan kaum hawa di Arab Saudi tidak wajib berabaya. Yang penting berpakaian muslimah dan sopan.

Lisa, rapper perempuan pertama Arab Saudi. (Saudi Gazette)

Penyanyi rap perempuan pertama di Arab Saudi

Namanya Lisa. Dia tinggal di Kota Madinah.





comments powered by Disqus