pelesir

Sepatu terbuat dari emas 24 karat diluncurkan di Dubai

Harganya US$ 20 ribu, berlapis platinum US$ 22 ribu, dan berlapis perak US$ 3.400.

28 April 2016 17:47

Sepatu kulit buatan tangan berlapis emas 24 karat kemarin diluncurkan dalam pembukaan pameran produk berbahan kulit di Kota Dubai, Uni Emirat Arab.

Sepatu unik bikinan A&E Fashion Group merupakan hasil kerajinan para ahli Italia. Sepatu kulit ini juga tersedia dalam tiga kategori lain, yakni berlapis platinum, palladium, dan perak.

Sepatu berlapis emas 24 karat itu dijual seharga US$ 20 ribu sepasang, berlapis platinum US$ 22 ribu, dan berlapis perak US$ 3.400.

Pameran industri kulit tahunan bertajuk Leatherworld Middle East 2016 ini berlangsung di the Dubai International Convention and Exhibition Centre. Diikuti 70 peserta dari 16 negara merupakan pemain dalam pasar produk kulit di Timur Tengah.

Museum Seni Haifa di Kota Haifa, Israel. (Wikipedia)

Patung McJesus picu kemarahan warga Kristen di Israel

Leinon menekankan karyanya itu mengkritik Ronald McDonald telah menjadi simbol budaya pop mirip pemujaan atas sebuah agama.

Perempuan Arab Saudi di stadion saat perayaan hari berdirinya negara itu pada September 2017. (Arab News)

Perempuan Arab Saudi protes aturan bercadar

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman Maret lalu bilang perempuan di negara Kabah itu tidak harus berabaya atau bercadar.

Ilustrasi pengantin Arab. (americanbedu.com)

Biaya nikah kian mahal di Mesir

Tahun ini, Nadia menghabiskan sekitar 80 ribu pound (US$ 4.500) hanya untuk kebutuhan dapurnya dan keperluan buat pengantin perempuan.

Husain al-Jasim dari Uni Emirat Arab, menjadi penyanyi Arab pertama tampil dalam konser Natal tahunan di Vatikan, 15 Desember 2018. (Twitter)

Penyanyi Arab pertama tampil dalam konser Natal di Vatikan

Al-Jasmi menyanyikan lagu berjudul "We are the World" dalam konser di balai pertemuan Paulus VI.





comments powered by Disqus

Rubrik pelesir Terbaru

Patung McJesus picu kemarahan warga Kristen di Israel

Leinon menekankan karyanya itu mengkritik Ronald McDonald telah menjadi simbol budaya pop mirip pemujaan atas sebuah agama.

13 Januari 2019

TERSOHOR