pelesir

Pembangun sahur di dunia Arab

Utbat bin Ishaq, kemudian menjabat gubernur Mesir, dikenal sebagai misaharati pertama dalam sejarah.

18 Juni 2016 16:58

Saban kali Ramadan datang, tradisi-tradisi uzur di dunia Islam hidup lagi, Salah satu paling menarik, khususnya di negara-negara Arab, adalah misaharati atau pembangun sahur. Mereka berkeliling desa atau kota membangunkan penduduk untuk makan sahur.

Tradisi serupa juga terdapat di sejumlah daerah di Indonesia. Ada yang berkeliling kampung sambil memukul beduk dan berteriak, "Sahur...sahur...!" Ketika saya kecil di Jakarta juga ada yang membangunkan sahur seraya memukul kentongan.

Misaharati masih muncul berpakaian tradisional selama Ramadan di sejumlah negara Arab, termasuk Arab Saudi, Mesir, dan Yaman. Mereka menghidupkan lagi tradisi usang walau perkembangan alat teknologi sudah menjadi sarana untuk mengingatkan orang soal waktu berbuka dan sahur," seperti dilansir surat kabar Al-Madinah.

Misaharati memakai beragam cara buat membangunkan orang sahur, seperti memukul gendang atau menyanyikan lagu-lagu tradisional, seperti "Ya ibadallah wahhidullah. Isy ya naim, wahid Ar-Razzaq." Mereka tidak dibayar tapi biasanya sehabis Ramadan orang-orang memberi hadiah atas upaya mereka membangunkan sahur selama sebulan penuh.

Misaharati telah menjadi ikon Ramadan di banyak negara Arab selama berabad-abad. Seiring perkembangan teknologi, tradisi ini mulai luntur dan menjadi semacam cerita rakyat saja.

Di awal kemunculan Islam, belum ada misaharati. Profesi ini ada pertama kali di masa Kekhalifahan Abbasiyah. Utbat bin Ishaq, kemudian menjabat gubernur Mesir, dikenal sebagai misaharati pertama dalam sejarah. Dia berkeliling jalanan di Kairo untuk membangunkan orang sahur pada 238 Hijriyah.

Tugas itu tidaklah mudah. Ishaq mesti menjaga tradisi itu dengan berjalan dari kota militer ke Fustat (nama kuno Kairo) seraya berteriak: "Ibadallah tasahharu, fainna fissahuri barakah."

Selama Dinasti Fatimiyah, Al-Hakim Bi Amrillah mengeluarkan dekrit memerintahkan orang segera tidur sehabis salat tarawih. Dia meminta prajurit mengetuk pintu tiap rumah untuk membangunkan warga sahur.

Seiring berjalannya waktu, penguasa menunjuk orang-orang atau misaharati untuk membangunkan orang buat makan sahur. Mereka mengetuk pintu tiap rumah memakai tongkat seraya berteriak berkeliling kota dan desa. Sebagian misaharati memukul gendang dengan ritme menarik untuk membangunkan orang.

Di Oman, misaharati memukul drum untuk membangunkan sahur, di Kuwait misaharati ditemani anak-anak berkeliling seraya membaca Al-Quran. Di Yaman, mereka mengetuk tiap pintu dan meminta penghuni rumah bangun sahur.

Di Sudan, seorang anak bakal menemani misaharti berkeliling kampung seraya membawa sebuah lentera. Misaharati ini juga membawa buku berisi nama-nama penduduk dan akan mengetuk pintu-pintu rumah seraya memanggil nama kepala keluarga.

Di Libanon, Suriah, dan Palestina, misaharati meniup peluit buat membangunkan sahur. Menjelang Ramadan, dia akan mengunjungi semua rumah untuk mendata penghuninya dan menempelkan daftar nama penghuni di pintu masuk. Lalu menyebut nama mereka saat membangunkan sahur.

Sejak Dinasti Mamluk berkuasa di Mesir, tembakan meriam dipakai untuk mengingatkan orang menjelang datangnya waktu berbuka dan sahur. Cara ini dipakai hingga 1859.

Sekarang ini orang tidak perlu lagi ketukan misaharati buat bangun sahur, namun banyak masyarakat mendorong agar tradisi ini tetap lestari sebagai simbol Ramadan.

Restoran di Dubai, Uni Emirat Arab. (Gulf Business)

Restoran dan bar di Dubai boleh sajikan makanan dan minuman beralkohol siang selama Ramadan

Kebijakan ini berlaku sejak 2016, namun ketika itu restoran dan bar baru boleh buka setelah matahari terbenam sekitar pukul tujuh malam.

Puteri Nura binti Faisal as-Saud, cicit dari pendiri kerajaan Arab Saudi Raja Abdul Aziz. (Arabian Business)

Puteri Nura, wajah baru industri fesyen di Arab Saudi

Pengaruh Jepang mulai terlihat di Riyadh, di mana gadis-gadis Saudi berabaya gaya kimono.

Bioskop empat dimensi. (Arabian Business)

Bioskop empat dimensi akan beroperasi di Arab Saudi tahun ini

Bakal dibuka di Riyadh dan dua kota lainnya.

Masjid Agung An-Nuri di Kota Tua, Mosul, Irak. (https://isis.liveuamap.com)

UEA akan danai pembangunan kembali masjid agung di Mosul

UNESCO memprediksi proyek itu akan rampung dalam lima tahun, dengan 12 bulan pertama berfokus pada pembersihan puing-puing di kompleks Masjid An-Nuri.





comments powered by Disqus