pelesir

Ajal penari Baghdad

"Suatu hari saya akan meninggalkan Irak dan pergi ke sebuah tempat di mana orang-orangnya menyukai tarian," kata Adil Euro.

09 Juli 2016 19:58

Dia belajar menari diam-diam dari menonton rekaman penampilan mendiang penyanyi pop legendaris Michael Jackson dan Britney Spears di DVD dan YouTube di rumahnya. Dia terinspirasi oleh penampilan dua pesohor itu dalam lagu "The Way You Make Me Feel" pada 2001.

"Sekarang saya bisa mengikuti hampir semua gerakan dia (Michael Jackson) lakukan," kata Adil al-Jaf, dikenal dengan nama panggung Adil Euro, dalam sebuah wawancara tahun lalu. "Bahkan berjalan melayang, itu sangat mudah."

Euro kemudian mulai menari di taman-taman di Ibu Kota Baghdad, sebuah kegiatan berisiko di sebuah negara konservatif. "Apa yang saya lakoni bisa berbahaya di Irak," ujarnya kepada BBC. "Ini bukan budaya kami."

Ketika hal itu diketahui tetangga dan kerabatnya, mereka meminta sang ayah buat menghentikan kegemaran Euro menari. "Saya sampai putus hubungan dengan beberapa di antara mereka, tapi sebagian berubah pikiran ketika melihat keberhasilannya."

Ayahnya mengakui kegiatan Euro menari di tempat umum berbahaya. Dia menambahkan Euro juga pernah dipukuli polisi dan orang-orang memergoki dia tengah menari di lokasi-lokasi terbuka.

Suatu hari, menurut Euro, dia pernah dipergoki polisi dan diperingatkan. "Mreka bilang apa yang saya lakukan itu memalukan dan tidak boleh dilakoni di depan publik. (Menari) itu pekerjaan perempuan."

Tapi Euro berkilah yang dilakukan bukan sedang menari tapi mempraktekkan bela diri.

Pada 2014, Jonathan Hollander, Direktur Artistik di the Battery Dance Company, berpusat di Kota New York, Amerika Serikat, melihat rekaman penampilan Euro di YouTube. Tertarik dengan bakatnya, perusahaan ini lantas menghubungi Euro lewat Facebook dan sejak itu memberi kursus tari kepada Euro lewat Skype.

Bahkan Euro diajak tampil untuk pertama kali di Ibu Kota Amman, Yordania. Dia senang banget. "Saya betul-betul bergembira karena saya berada di tengah orang-orang suka menari," tuturnya kepada BBC. "Suatu hari saya akan meninggalkan Irak dan pergi ke sebuah tempat di mana orang-orangnya menyukai tarian."

Bagi Euro, seni - menari, menyanyi, dan membikin film - sebagai pelarian dari situasi Baghdad luluh lantak dilanda perang dan konflik sektarian sejak invasi Amerika Serikat pada 2003.

"Lokasi geografis tempat saya tinggal adalah badai kerusakan, pembunuhan, intoleransi, kebohongan, hipokrasi, kekotoran, dan kebodohan," tulis Euro di akun Facebooknya Februari lalu. "Karena semua hal ini, saya memutuskan membikin sebuah dunia pribadi buat saya hidup jauh dari orang-orang dan badai itu."

Di awal Mei tahun lalu, Euro lolos dari ledakan bom di Karradah, salah satu permukiman Syiah di Baghdad. Tapi Ahad pagi pekan lalu, saat sedang berbelanja buat keperluan lebaran di sebuah mal, juga di Distrik Karradah, seorang anggota milisi ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) meledakkan diri dengan truk bermuatan bom. Hingga artikel ini dilansir, insiden itu telah menewaskan 300 orang, termasuk Euro, dan melukai 200 lainnya.   

Aplikasi Absyir membuat lelaki Arab Saudi dapat mengontrol pergerakan muhrimnya. (Twitter)

Lelaki Saudi bisa mengontrol muhrimnya lewat aplikasi Absyir

Lewat Absyir, pria Saudi bisa menentukan ke negara mana dan kapan muhrimnya bisa terbang serta pulang.

Penyanyi kondang dunia Mariah Carey tampil dalam konser perdananya pada Kamis malam, 31 Januari 2019, di King Abdullah Economic City, Arab Saudi. (Arab News)

Mariah Carey jadi artis perempuan internasional pertama konser di Arab Saudi

"Saya sangat girang melihat kalian semua berkumpul malam ini (Kamis malam)," kata Mariah dengan gaun hitam ketat hingga mata kaki.

Penyanyi kondang asal Amerika Serikat Mariah Carey. (Saudi Gazette)

Mariah Carey tampil di Arab Saudi pekan depan

Saudi akan menggelontorkan anggaran US$ 64 miliar buat membangun fasilitas hiburan.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan cucunya, Pangeran Abdul Aziz bin Khalid bin Salman. (Al-Arabiya/Supplied)

Raja Salman izinkan musik dan lagu dimainkan di restoran

Sebagian ulama Wahabi masih mengharamkan musik dan lagu.





comments powered by Disqus