pelesir

Renovasi kubur Yesus rampung

Agar Edikula bisa bertahan lama, sistem drainasis dan pipa pembuangan limbah bawah tanah perlu diperbaiki.

22 Maret 2017 08:40

Renovasi kubur Yesus - berlokasi dalam Gereja Makam Yesus di Kota Tua, Yerusalem Timur - telah rampung dan upacara peresmian bakal digelar hari ini.

Proses perbaikan Edikula, monumen dibangun mengelilingi makam Yesus sejak abad ke-18, dilakukan sedari Juni tahun lalu. Anggaran renovasi sebesar US$ 4 juta berasal dari patungan enam aliran Nasrani berbagi tugas menjaga kubur Yesus, termasuk sumbangan dari Raja Abdullah dari Yordania, Presiden Palestina Mahmud Abbas, dan US$ 1,3 juta dari Mica Ertegun, janda dari pendiri Atlantic Records Ahmet Ertegun.

"Jika perbaikan tidak dilakukan sekarang, ada risiko Edikula bisa runtuh," kata Bonnie Burnham dari World Monuments Fund, bertugas mengawasi proses renovasi kubur Yesus. "Ini sebuah transformasi menyeluruh dari Edikula."

Struktur Edikula memang sudah goyang akibat gempa, air, dan asap lilin.

Renovasi dilakoni oleh tim dari the National Technical University of Athens, Yunani, menggunakan radar, sinar laser, dan pesawat nirawak. Selain memperbaiki keseluruhan Edikula, termasuk kubahnya, tim juga membuat jendela kecil agar peziarah bisa melihat ke dalam kubur Yesus.

Agar Edikula bisa bertahan lama, menurut pengawas renovasi Antonia Moropoulou, perlu perbaikan sistem drainase serta pipa pembuangan limbah bawah tanah sehingga pondasi Edikula bisa stabil. "Ini adalah sebuah monumen telah dipuja berabad-abad dan akan dipuja selamanya," ujar Moropoulou.

Upacara peresmian Edikula dilakukan hari ini akan dihadiri dua pemimpin aliran Kristen, yakni Bartholomew I, pemimpin Kristen Orthodoks, dan seorang wakil dari Paus Fransiskus, pemimpin umat Katolik.

Aplikasi Absyir membuat lelaki Arab Saudi dapat mengontrol pergerakan muhrimnya. (Twitter)

Lelaki Saudi bisa mengontrol muhrimnya lewat aplikasi Absyir

Lewat Absyir, pria Saudi bisa menentukan ke negara mana dan kapan muhrimnya bisa terbang serta pulang.

Penyanyi kondang dunia Mariah Carey tampil dalam konser perdananya pada Kamis malam, 31 Januari 2019, di King Abdullah Economic City, Arab Saudi. (Arab News)

Mariah Carey jadi artis perempuan internasional pertama konser di Arab Saudi

"Saya sangat girang melihat kalian semua berkumpul malam ini (Kamis malam)," kata Mariah dengan gaun hitam ketat hingga mata kaki.

Penyanyi kondang asal Amerika Serikat Mariah Carey. (Saudi Gazette)

Mariah Carey tampil di Arab Saudi pekan depan

Saudi akan menggelontorkan anggaran US$ 64 miliar buat membangun fasilitas hiburan.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan cucunya, Pangeran Abdul Aziz bin Khalid bin Salman. (Al-Arabiya/Supplied)

Raja Salman izinkan musik dan lagu dimainkan di restoran

Sebagian ulama Wahabi masih mengharamkan musik dan lagu.





comments powered by Disqus