pelesir

Doa pengungsi Mosul di tempat pembaptisan Yesus

Saadullah ingin tinggal di Amerika karena komunitas Kristen di Irak terancam.

01 April 2017 22:35

Waktu sudah pukul tiga sore, namun tiupan angin tidak mampu mengusir terik surya membakar kulit. Meski jalan menuju tempat pembaptisan Yesus dibikin dalam bentuk koridor beratap rumbia, tapi sengatan matahari tetap terasa.

Meski begitu, Saadullah sore hari ini tidak putus asa. Dengan langkah perlahan, dia ikut dalam rombongan peziarah dari beragam negara, seperti dilaporkan wartawan Albalad.co Faisal Assegaf dari Yordania.

Ini pertama kali kakek berumur 60-an tahun itu datang ke salah satu tempat paling disucikan umat Nasrani sejagat tersebut. Dia datang bareng anak, menantu, dan cucunya.

Sengatan surya masih kalah kejam ketimbang kengerian dia hadapi semasa masih tinggal di kampung halamannya di Mosul, kota terbesar kedua di Irak setelah Ibu Kota Baghdad.

"Dais (Daulah Islamiyah) membunuhi orang Kristen," kata Saadullah kepada Albalad.co. Dais dalam bahasa Arab adalah akronim dari daulah islamiyah, sebutan bagi ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah).

Dia mengaku lari dari Mosul dua bulan lalu karena merasa nyawanya dan keluarganya terancam. Mereka kini tinggal di Madaba, Yordania. "Kami ingin tinggal di Amerika Serikat," ujar Saadullah.

Madaba adalah kota kuno terkenal dengan peninggalan zaman Kerajaan Bizantium dan Dinasti Abbasiyah. Berjarak 30 kilometer barat daya Amman.

Mosul adalah basis terkuat ISIS di Irak dan sedang dalam gempuran pasukan Irak. Di kota inilah pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi pada Juni 2014 mengumumkan berdirinya khilafah islamiyah dengan dia sebagai khalifah.

Saadullah akhirnya mampu melahap jarak satu kilometer untuk tiba di lokasi pembaptisan Yesus, berlokasi sekitar sembilan kilometer sebelah utara Laut Mati. Perlahan dia menuruni anak tangga dari kayu. 

Dia segera menggulung celana panjang coklatnya setiba di bibir Sungai Yordania. Dia lalu turun merendam kedua kakinya ke dalam air sungai berwarna coklat itu.

Dipisahkan tali di bagian tengah sungai, keriuhan sejatinya sudah terdengar dari kejauhan. Para peziarah di wilayah Israel bernyanyi mendoakan rekan mereka sedang dibaptis di Sungai Yordania. 

Israel juga mengklaim memiliki kedaulatan atas tempat pembaptisan Yesus. Karena itulah, di bagian tengah sungai dibatasi tali sebagai batas negara.

Saadullah bersyukur bisa merasakan air sungai dikeramatkan para pemuja Yesus. Di tempat itu pula dia berdoa. "Saya berdoa untuk kebaikan semuanya."

Sebuah doa boleh dibilang mustahil terwujud. Timur Tengah gampang dibakar konflik lantaran beda keyakinan dan agama. Karena agama pula, Saadullah terusir dari Mosul.

 

Aplikasi Absyir membuat lelaki Arab Saudi dapat mengontrol pergerakan muhrimnya. (Twitter)

Lelaki Saudi bisa mengontrol muhrimnya lewat aplikasi Absyir

Lewat Absyir, pria Saudi bisa menentukan ke negara mana dan kapan muhrimnya bisa terbang serta pulang.

Penyanyi kondang dunia Mariah Carey tampil dalam konser perdananya pada Kamis malam, 31 Januari 2019, di King Abdullah Economic City, Arab Saudi. (Arab News)

Mariah Carey jadi artis perempuan internasional pertama konser di Arab Saudi

"Saya sangat girang melihat kalian semua berkumpul malam ini (Kamis malam)," kata Mariah dengan gaun hitam ketat hingga mata kaki.

Penyanyi kondang asal Amerika Serikat Mariah Carey. (Saudi Gazette)

Mariah Carey tampil di Arab Saudi pekan depan

Saudi akan menggelontorkan anggaran US$ 64 miliar buat membangun fasilitas hiburan.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan cucunya, Pangeran Abdul Aziz bin Khalid bin Salman. (Al-Arabiya/Supplied)

Raja Salman izinkan musik dan lagu dimainkan di restoran

Sebagian ulama Wahabi masih mengharamkan musik dan lagu.





comments powered by Disqus