pelesir

Pijat spa dan mandi air hangat di Mosul

Ketika sebagian orang asyik berendam di kolam air hangat, kaum hawa di tenda-tenda penampungan mesti bangun subuh buat mengantre air bersih, datang satu truk sehari.

06 April 2017 10:56

Sebagian rakyat Irak di Mosul, kota terbesar kedua setelah Ibu Kota Baghdad, kini mulai bisa menikmati pijat spa, mandi air hangat, atau berjemur di tepi Sungai Tigris. Sebagian lagi mesti mengemis makanan atau bangun sejak subuh buat mengantre air bersih.

Hammam al-Alil, kota kecil di selatan Mosul pernah tersohor di seantero Irak sebagai tempat pemandian air hangat alami, kini bergeliat lagi setelah serangan pasukan Irak sokongan Amerika Serikat berhasil mengenyahkan milisi ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) dari sana.

Pijat spa dan pemandian air hangat itu kini hidup berdampingan dengan kamp menampung lebih dari 30 ribu pengungsi Irak, menyelamatkan diri dari Mosul tengah digempur, merupakan basis pertahanan ISIS terakhir di negara Dua Sungai itu.

"Saya datang ke sini tiga kali sepekan," kata Ali Qadir, pensiunan tentara berumur 47 tahun, setelah berendam di kolam air hangat alami. "Benar-benar menyegarkan dan bagus untuk kulit Anda."

Para penduduk Hammam al-Alil telah kembali ke kota mereka setelah ISIS diusir dari sana awal November tahun lalu. Selama kelompok bersenjata dipimpin Abu Bakar al-Baghdadi itu berkuasa, kaum lelaki mesti bercelana panjang bila mau berendam di kolam air hangat.

"Kalau Anda berpakaian renang, ISIS akan mencambuk Anda," ujar Wail Abdullah, 12 tahun, sebelum masuk ke dalam kolam. "Hisbah akan memeriksa buat memastikan tiap orang berpakaian syariah."

Hisbah atau polisi syariah bentukan ISIS getol berpatroli keliling Mosul untuk memastikan warga menjalankan syariat Islam, termasuk kaum adam berjenggot dan kalangan hawa bercadar.

Di seberang jalan terdapat kolam pemandian dalam ruangan, di mana banyak warga dan prajurit setempat berleha-leha sambil dipijat.

Spa ini tadinya biasa kebanjiran para pelancong tajir dan pasien rematik, namun pelanggan menghilang bahkan sebelum ISIS mencaplok Mosul pada Juni 2014.

"Kami biasa kedatangan pengunjung dari Baghdad, selatan Irak, dan bahkan Kuwait, Arab Saudi," tutur Latif Muhammad, manajer spa bertarif 10 ribu dinar (US$ 8,58) sehari. "Spa ini dibangun pada 1980-an tapi perlu direnovasi."

Hotel-hotel dekat spa tersebut juga mengalami kerusakan akibat pengeboman sebab anggota milisi ISIS tinggal di sana ketika mereka berkuasa.

Hanya dua kilometer dari spa dan kolam berendam air hangat itu, berdiri salah satu kamp terbesar menampung penduduk Mosul lari dari palagan. Saban lima menit, satu bus berisi penuh pengungsi masuk ke Hammam al-Alil. Hingga lima ribu orang tiap hari datang mengungsi ke kamp tersebut.

Perserikatan Bangsa-Bangsa Selasa lalu bilang sejak serangan terhadap ISIS di Mosul dimulai Oktober tahun lalu, pengungsi telah berjumlah lebih dari 300 ribu orang. Biasanya di malam pertama, mereka tinggal dalam sebuah tenda besar atau bahkan tidur di luar tenda.  

"Kami meninggalkan Mosul pukul satu dini hari untuk menghindari para penembak jitu ISIS dan berjalan menuju pos tentara Irak serta tiba di sini malam," kata Umar Abdullah, 20 tahun, mengungsi ke Hammam al-Alil bareng keluarga dan teman-temannya.

Tapi mereka tidak kebagian tempat di kamp dan ditampung di flat milik imam sebuah masjid. "Sekarang kami akan ke kamp lain," ujar Umar.

Ketika sebagian orang asyik berendam di kolam air hangat, kaum hawa di tenda-tenda penampungan mesti bangun subuh buat mengantre air bersih, datang satu truk sehari.

"Kami kedatangan sekitar 200 pelanggan tiap hari, penduduk lokal dan serdadu," ucap Muhammad. "Memang ada banyak pengungsi namun banyak yang tidak mampu membeli tiket masuk seribu dinar."  

Husain al-Jasim dari Uni Emirat Arab, menjadi penyanyi Arab pertama tampil dalam konser Natal tahunan di Vatikan, 15 Desember 2018. (Twitter)

Penyanyi Arab pertama tampil dalam konser Natal di Vatikan

Al-Jasmi menyanyikan lagu berjudul "We are the World" dalam konser di balai pertemuan Paulus VI.

Cincin milik Pontius Pilate, gubernur Romawi memerintahkan penyaliban Yesus, ditemukan di Bethlehem, Tepi Barat, pada 1968. (C. Am)

Cincin milik penyalib Yesus ditemukan di Bethlehem

Pilate memerintah Yerusalem selama 26-36 Masehi.

Seorang perempuan Arab Saudi mengunggah foto dirinya berabaya terbalik di depan umum. (Twitter)

Protes aturan berpakaian, perempuan Saudi berabaya terbalik

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman telah menyatakan kaum hawa di Arab Saudi tidak wajib berabaya. Yang penting berpakaian muslimah dan sopan.

Lisa, rapper perempuan pertama Arab Saudi. (Saudi Gazette)

Penyanyi rap perempuan pertama di Arab Saudi

Namanya Lisa. Dia tinggal di Kota Madinah.





comments powered by Disqus