pelesir

Pedagang di Makkah dilarang jual suvenir Kabah, Maqam Ibrahim, dan Masjid Al-Haram

Penjualan suvenir bergambar Kabah, Maqam Ibrahim, atau Masjid Al-Haram merupakan penghinaan terhadap kesakralan tempat suci tersebut.

11 Januari 2018 22:21

Kementerian Perdagangan dan Investasi Arab Saudi telah melarang para pedagang di Kota Makkah untuk menjual beragam suvenir menggambarkan Kabah, Maqam Ibrahim, dan Masjid Al-Haram.

Msnurut seorang sumber dalam kementerian itu, inspkesi sudah dilakukan oleh tim dan mereka telah menyita berbagai suvenir menggambarkan Kabah, Maqam Ibrahim, dan masjid Al-Haram. Para pedagang sudah diperingatkan untuk tidak menjual suvenir semacam itu dan yang melanggar bisa dikenai sanksi.

Profesor Hukum Islam Ali at-Tawaim bilang kepada Arab News, penjualan suvenir bergambar Kabah, Maqam Ibrahim, atau Masjid Al-Haram merupakan penghinaan terhadap kesakralan tempat suci tersebut. Dia menilai itu praktek keliru.

Bagai para jamaah umrah dan haji, suvenir mengenai Makkah dicari sebagai oleh-oleh dan kenangan dari perjalanan ibadah mereka ke kota suci itu.

Syekh Abdurrahman as-Sudais, Imam Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi. (Youtube)

Imam Masjid Al-Haram bungkam ditanya soal perang Yaman dan blokade Qatar

Dia pernah bilang Presiden Amerika Donald Trump bersama Saudi memandu dunia ke arah perdamaian dan kesejahteraan.

Kangkangi Kabah

Hotel, mal, dan pertokoan berdiri angkuh menjulang di hadapan Kabah.

Kabah dilihat dari lantai atas Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi, 17 Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Dipaksa copot jaket Barcelona depan Kabah

"Haram memakai yang ada tanda salib di depan rumab Allah (Kabah)," kata salah satu lelaki itu dalam bahasa Arab.

Suasana dalam Mal Abraj berlokasi di Menara Zamzam, dekat dengan Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Makkah tak lagi sakral

Di Bali saja, tidak boleh ada bangunan melebihi pura. Di Myanmar diharamkan membangun lebih dari tinggi pagoda.





comments powered by Disqus