pelesir

Libanon larang film the Post garapan Spielberg

The Post dijadwalkan tayang di bioskop-bioskop Libanon mulai besok.

17 Januari 2018 12:34

Pemerintah Libanon telah melarang the Post, film terakhir garapan sutradara Steven Spielberg, beredar di negara itu.

"Karena Spielberg masuk dalam daftar hitam kantor boikot Liga Arab, maka Libanon harus patuh," kata seorang pejabat Badan Keamanan Umum Libanon Senin lalu.

Liga Arab telah memasukkan Spielberg dalam daftar hitam pada 2006 setelah sutradara berdarah Yahudi menyumbang US$ 1 juta buat Israel, saat negara Zionis ini berperang menghadapi Hizbullah. 

"Kalau perlu saya siap mati untuk Amerika Serikat dan Israel," kata Spielberg kepada Der Spiegel.

Mantan anggota parlemen Libanon Faras Suaid menilai larangan atas the Post sebagai sebuah kebodohan. Apalagi lanjut dia, Menteri Luar Negeri Gibran Basil bulan lalu bilang Libanon tidak memiliki masalah ideologi dengan Israel.

Libanon mempunyai aturan hukum melarang segala jenis barang asal Israel atau terkait dengan negara Zionis tersebut. Warga negara Libanon juga dilarang menjalin hubungan dengan orang Israel.

Selain mengawasi daerah perbatasan, Badan Keamanan Umum Libanon berwenang menyensor buku, film, dan gim.

The Post dijadwalkan tayang di bioskop-bioskop Libanon mulai besok.

Film ini mengangkat artikel Pentagon Papers diterbitkan surat kabar the Washington Post pada 1971, berisi kebohongan soal keterlibatan Amerika dalam Perang Vietnam. 

Libanon tahun lalu melarang film Wonder Woman karena bintang utamanya adalah Gal Gadot, aktris dari Israel.

 

Lukisan wajah Yesus berjudul Salvator Mundi (Sang Penyelamat Dunia) karya Leonardo Da Vinci. (Arabian Business)

Lukisan wajah Yesus dibeli anak Raja Salman hilang

Bin Salman menukar Salvator Mundi dengan kapal pesiar Serene milik Bin Zayid.

Patung Buddha koleksi Museum Louvre Abu Dhabi dipajang di Jalan Syekh Zayid, Ibu Kota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. (the National)

Abu Dhabi pajang patung Buddha raksasa di tepi jalan

Pemajangan patung Buddha raksasa ini bagian dari 2019 Tahun Toleransi telah ditetapkan oleh pemerintah UEA.

Proyek Taman Raja Salman akan dibangun di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (CIC Saudi Arabia/Twitter)

Arab Saudi berencana bangun arena hiburan terbesar di dunia

Proyek diberi nama Taman Raja Salman ini dibangun di atas lahan seluas 13,4 kilometer persegi dengan anggaran Rp 325 triliun.

Aplikasi Absyir membuat lelaki Arab Saudi dapat mengontrol pergerakan muhrimnya. (Twitter)

Lelaki Saudi bisa mengontrol muhrimnya lewat aplikasi Absyir

Lewat Absyir, pria Saudi bisa menentukan ke negara mana dan kapan muhrimnya bisa terbang serta pulang.





comments powered by Disqus