pelesir

Perempuan Arab Saudi tidak wajib berabaya dan berjilbab serba hitam

Bulan lalu, seorang anggota Dewan Ulama Senior Arab Saudi mengatakan perempuan tidak wajib berabaya. Mereka boleh memakai pakaian jenis lain asal sopan.

28 Maret 2018 08:32

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman bilang perempuan di negara Kabah itu tidak wajib berabaya dan berjilbab serba hitam, seperti selama ini mereka pakai.

Dalam wawancara khusus dengan stasiun televisi CBS News pekan lalu, anak dari Raja Salman bin Abdul Aziz ini meenjelaskan syariat Islam menyatakan kaum hawa harus berpakaian sopan dan bermartabat. "Tidak ada ketentuan khusus mesti memakai abaya atau jilbab hitam. Keputusan diserahkan sepenuhnya kepada perempuan untuk memilih pakaian sopan dan terhormat buat digunakan," katanya.

Komentar calon penguasa Arab Saudi itu muncul saat dirinya tengah melakukan reformasi sosial dan budaya di negaranya. Sejak awal tahun ini, perempuan Saudi boleh menonton sepak bola di stadion, bekerja, berolahraga, dan Juni tahun ini bakal diizinkan menyetor mobil serta mengendarai sepeda motor.

Bulan lalu, seorang anggota Dewan Ulama Senior Arab Saudi mengatakan perempuan tidak wajib berabaya. Mereka boleh memakai pakaian jenis lain asal sopan.

Negeri Dua Kota Suci ini Juli tahun lalu sempat dihebohkan oleh seorang gadis berpakaian rok mini dan tidak berjilbab. Dia sempat ditahan namun akhirnya dibebaskan.

Syekh Dr. Saleh bin Muhammad at-Talib, imam Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi. (Twitter)

Bungkam ulama guncang Al-Haram

"MUI mendesak agar pemerintah Saudi membebaskan semua ulama ditangkap tanpa proses hukum adil," kata Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri MUI Muhyiddin Junaidi.

Syekh Bandar Abdul Aziz Balila, imam Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi. (Twitter)

Dalam setahun, Arab Saudi tahan 60 ulama

Selain ulama, Arab Saudi juga menahan lebih dari 50 profesor, sepuluh pengacara, 20 aktivis hak asasi manusia, 25 wartawan, 60 pemegang gelar PhD, 40 penulis, dan sepuluh perempuan.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Anak Raja Salman tegaskan Islam sejati adalah Islam toleran

Dalam wawancara khusus dengan stasiun televisi CBS News Maret lalu, Pangeran Muhammad bin Salman mengakui paham dan praktek Islam versi Wahabi, merupakan aliran dominan di negara Kabah itu, memang keliru.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz mencium tangan abang tirinya, Pangeran Talal bin Abdul Aziz saat datang menjenguk di Rumah Sakit Raja Faisal, Riyadh, November 2017. (Sabq)

Raja Salman bela anaknya meski tangkapi ulama

Sejak Pangeran Muhammad bin Salman diangkat menjadi putera mahkota pada 21 Juni 2017, Arab Saudi sudah menahan lusinan ulama, wartawan, aktivis, dan akademisi semena-mena tanpa proses peradilan.





comments powered by Disqus