pelesir

Arab Saudi larang Grand Theft Auto V dan Assassins Creed 2

Mei lalu, Kejaksaan Agung Uni Emirat Arab melarang sejumlah situs permainan /;5online dan aplikasi telepon seluler populer dengan alasan merusak kesehatan anak-anak.

18 Juli 2018 09:41

Komisi Media Audio Visual Arab Saudi telah melarang 47 permainan video game setelah dua remaja di negara Kabah itu bunuh diri karena terpengaruh permainan online.

Permainan video game dilarang ini termasuk Grand Theft Auto V, Assassins Creed 2, dan Witcher dengan alasan melanggar peraturan. Namun tidak ada penjelasan lebih lanjut soal larangan itu.

Remaja lelaki berumur 12 dan 13 tahun di Saudi bunuh diri setelah bermain permainan the Blue Whale, mendorong pemainnya untuk bunuh diri di akhir permainan.

The Blue Whale menghebohkan media sosial dalam dua tahun belakangan. Permainan ini berisi serangkaian misi selama 50 hari dan tantangan terakhir adalah bunuh diri.

Mei lalu, Kejaksaan Agung Uni Emirat Arab melarang sejumlah situs permainan online dan aplikasi telepon seluler populer dengan alasan merusak kesehatan anak-anak.

Gambar wajah Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad ats-Tsani di Ibu Kota Doha, Qatar. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Emir Qatar habiskan lima hari berlibur di Indonesia

Beberapa bulan sebelumnya, istri emir Qatar juga pelesiran ke Bali.

Lukisan Salvator Mundi karya Leonardo Da Vinci. (Christie's Images Ltd)

Anak Raja Salman simpan lukisan wajah Yesus di kapal pesiarnya

Spekulasi beredar menyebut Salvator Mundi hilang lantaran rencana memamerkan lukisan itu di Museum Louvre Abu Dhabi tahun lalu batal tanpa alasan jelas.

Kapal pesiar Al-Lusail milik Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad ats-Tsani. (Youtube)

Berlibur di Indonesia, emir Qatar berlayar dengan kapal pesiar

Beberapa bulan sebelumnya, istri Syekh Tamim berlibur di Bali.

Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad ats-Tsani. (tamimhkalthani.com)

Emir Qatar berlibur di Maumere

Ini merupakan lawatan kedua Syekh Tamim ke Indonesia setelah pada Oktober 2017 melakoni kunjungan kenegaraan.





comments powered by Disqus