pelesir

Perempuan Arab Saudi protes aturan bercadar

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman Maret lalu bilang perempuan di negara Kabah itu tidak harus berabaya atau bercadar.

30 Desember 2018 15:25

Sebagian kaum hawa di Arab Saudi melancarkan kampanye anticadar. Protes ini dilakukan melalui media sosial dengan menggunakan tanda pagar #cadar di bawah kaki saya.

Para perempuan di negara Kabah itu dalam beberapa tahun terakhir mulai menolak aturan berpakaian kaku di muka umu, yakni harus berabaya, berjilbab, dan bercadar serba hitam.

Meski tidak ada aturan tertulis, namun polisi syariah getol berpatroli buat menindak perempuan-perempuan Saudi tidak berabaya dan berjilbab serbah hitam di muka umum.

Seorang perempuan Saudi bercerita bagaimana dia dipaksa bercadar lagi oleh ibunya. "Ketika saya memutuskan untuk melepas cadar saya, ibu saya bilang dia tidak akan pernah memaaafkan saya."

Meski begitu, kampanye anticadar ini juga dikritik. Para pengecam meminta kaum hawa anticadar menghormati perempuan tetap memilih untuk bercadar.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman Maret lalu bilang perempuan di negara Kabah itu tidak harus berabaya atau bercadar. Mereka boleh berpakaian sesuka hati asal sopan.

Beberapa tahun belakangan, kaum hawa di Saudi mulai memakai abaya dan jilbab berwarna. Bahkan ada yang berabaya dengan kancing terbuka, memperlihatkan celana jins dia pakai.

Museum Seni Haifa di Kota Haifa, Israel. (Wikipedia)

Patung McJesus picu kemarahan warga Kristen di Israel

Leinon menekankan karyanya itu mengkritik Ronald McDonald telah menjadi simbol budaya pop mirip pemujaan atas sebuah agama.

Salinan paspor milik Rahaf Muhammad al-Qunun, 18 tahun, gadis pencari suaka asal Arab Saudi. (Twitter)

UNHCR beri status pengungsi buat gadis Arab Saudi pencari suaka

UNHCR merujuk kepada Australia untuk memberikan suaka bagi Rahaf.

Kartu pelajar milik Rahaf Muhammad al-Qunun, 18 tahun, gadis Arab Saudi tengah mencari suaka. (Twitter)

Gadis Arab Saudi minta suaka ke empat negara

Rahaf memilih meminta suaka ke Kanada, Amerika Serikat, Australia, atau Inggris.

Rahaf Muhammad, 18 tahun (berkaus hitam), gadis asal Arab Saudi saat ditemui UNHCR dan aparat berwenang Thailand di Bandar Udara Suvarnabhumi, Bangkok, 7 Januari 2019. (Twitter)

UNHCR beri perlindungan bagi gadis Saudi ingin mencari suaka

Dia mengaku tadinya sangat ketakutan lantaran ayahnya, merupakan pejabat Arab Saudi, sudah tiba di Bangkok.





comments powered by Disqus

Rubrik pelesir Terbaru

Patung McJesus picu kemarahan warga Kristen di Israel

Leinon menekankan karyanya itu mengkritik Ronald McDonald telah menjadi simbol budaya pop mirip pemujaan atas sebuah agama.

13 Januari 2019

TERSOHOR