pelesir

Arab Saudi segera terbitkan visa pelancong bulan ini

Visa turis itu seharga 440 riyal, dapat diperoleh secara onile atau setiba di Arab Saudi.

04 September 2019 05:51

Arab Saudi akan mengeluarkan visa pelancong mulai 27 September, seperti dilansir surat kabar Okaz kemarin dengan mengutip sejumlah sumber mengetahui rencana itu.

Visa turis berlaku 90 hari itu akan diberikan kepada warga asing dari 51 negara seharga 440 riyal. Visa wisata ini bisa diperoleh secara online atau diajukan setelah mendarat di negara Kabah itu.

Inisiatif ini sejalan dengan upaya reformasi ekonomi tengah dilaksanakan Arab Saudi, sesuai Visi 2030 telah diluncurkan Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman. Negeri Dua Kota Suci itu berupaya meningkatkan pendapatan dari sektor wisata menjadi US$ 46,6 miliar tahun depan dari US$ 27,9 miliar pada 2015.

Awal Maret lalu,Saudi menerbitkan visa turis elektronik bagi warga asing ingin menghadiri kegiatan kebudayaan dan olahraga digelar di negara Kabah itu.

Saudi getol mempromosikan kawasan wisata pantainya dan situs-situs bersejarah telah diakui oleh UNESCO.

Saudi juga tenga mengerjakan dua proyek raksasa di Laut Merah dan taman hiburan Qiddiyah di Riyadh.

Batu Belah tempat keluar air minum bagi Bani Israil berlokasi di Gunung Sinai, Madyan, Arab Saudi. (Living Passages)

Rombongan peziarah Kristen pertama kunjungi Arab Saudi

Gunung Sinai asli berada di Arab Saudi bukan di Mesir.

Gadis Arab Saudi berabaya dan bercadar serba hitam bergoyang pantat saat menonton sebuah konser di Ibu Kota Riyadh. (Twitter)

Polisi Saudi tangkap gadis karena bergoyang pantat saat menonton konser

Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi bulan lalu mengeluarkan panduan berperilaku di muka umum bagi pelancong asing. Siapa saja melanggar bakal dikenai denda, mulai 50 riyal hingga enam ribu riyal.

Ratu kecantikan asal Iran Bahareh Zare Bahari. (Facebook)

Ratu kecantikan Iran minta suaka di Filipina

"Kalau mereka (Filipina) mendeportasi saya, mereka (Iran) akan memenjarakan saya setidaknya 25 tahun jika mereka tidak membunuh saya," kata Bahareh.





comments powered by Disqus