pelesir

Televisi Saudi segera tayangkan drama soal kediktatoran Kekhalifahan Usmaniyah

Ditayangkan mulai 17 November.

05 November 2019 10:00

Stasiun televisi Arab Saudi, the Middle East Broadcasting Center (MBC), akan menayangkan drama berseri soal kediktatoran Kekhalifahan Usmaniyah mulai 17 November. 

Drama serial berjudul Mamlakaat an-Nar (Kerajaan Api) itu bakal membongkar sejarah Kekhalifahan Usmaniyah diwarnai banyak pertumpahan darah. Film ini disutradarai oleh sutradara asal Inggris, Peter Weber, pernah menyutradari beberapa film tersohor, seperti Girl with a Peral Earring, Hannibal Rising, dan Emperor.

MBC menyebutkan Kerajaan Api merupakan drama berseri terbesar di dunia Arab, akan menggambar tirani, kejahatan, dan pencurian sejarah Arab oleh Kekhalifahan Usmaniyah. 

Sila baca:

Ubah kurikulum, Arab Saudi sebut Kekhalifahan Usmaniyah sebagai penjahat dan penjajah

Film ini akan menyoroti Kekhalifahan Usmaniyah mulai abad ke-16 hingga kejatuhan mereka di awal abad ke-20.

 

Konser grup band asal Korea Selatan, BTS, di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, 11 Oktober 2019. (Twitter)

Arab Saudi akan ajarkan musik, teater, dan seni di sekolah

Kebijakan ini muncul saat Arab Saudi tengah mengembangkan industri pariwisatanya.

Batu Belah tempat keluar air minum bagi Bani Israil berlokasi di Gunung Sinai, Madyan, Arab Saudi. (Living Passages)

Rombongan peziarah Kristen pertama kunjungi Arab Saudi

Gunung Sinai asli berada di Arab Saudi bukan di Mesir.

Gadis Arab Saudi berabaya dan bercadar serba hitam bergoyang pantat saat menonton sebuah konser di Ibu Kota Riyadh. (Twitter)

Polisi Saudi tangkap gadis karena bergoyang pantat saat menonton konser

Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi bulan lalu mengeluarkan panduan berperilaku di muka umum bagi pelancong asing. Siapa saja melanggar bakal dikenai denda, mulai 50 riyal hingga enam ribu riyal.

Ratu kecantikan asal Iran Bahareh Zare Bahari. (Facebook)

Ratu kecantikan Iran minta suaka di Filipina

"Kalau mereka (Filipina) mendeportasi saya, mereka (Iran) akan memenjarakan saya setidaknya 25 tahun jika mereka tidak membunuh saya," kata Bahareh.





comments powered by Disqus