pelesir

Penyair UEA dicegah ke luar negeri karena tolak normalisasi hubungan dengan Israel

Gegara opininya di media,, Dhabiya pada 1987 diculik dari rumahnya dan ditahan dalam sel isolasi berbulan-bulan tanpa dakwaan.

03 Oktober 2020 21:24

Penyair Uni Emirat Arab (UEA) Dhabiya Khamis dilarang bepergian ke luar negeri lantaran menolak negaranya menormalisasi hubungan dengan Israel.

Dia mengetahui dirinya dicegah meninggalkan UEA ketika Ahad pekan lalu akan terbang dari Bandar Udara Internasional Dubai menuju Ibu Kota Kairo, Mesir. Dia mengumumkan kabar pahit itu melalui akun Twitternya.

Menurut Dhabiya, dirinya tidak dibolehkan ke luar negeri tanpa alasan jelas. "Kemungkinan besar karena saya secara terbuka menentang Zionis dan menolak normalisasi (hubungan UEA-Israel)," tulis Dhabiya. "Saya takut akan kebebasan dan nyawa saya dari ancaman dan penangkapan."

UEA bareng Bahrain pada 15 September menandatangani perjanjian buat membina hubungan diplomatik dengan Israel. Momen bersejarah ini terjadi di Gedung Putih, Ibu Kota Washington DC, Amerika Serikat. UEA dan Bahrain menjadi negara Arab ketiga dan keempat menjalin hubungan resmi dengan negara Bintang Daud itu setelah Mesir pada 1979 serta Yordania di 1994.

Dhabiya, 62 tahun, pernah menjadi wakil tetap UEA di Liga Arab. Posisinya digeser sebab dirinya mengkritik organisasi regional itu melalui opini di media.

Gegara tulisannya itu, Dhabiya pada 1987 diculik dari rumahnya dan ditahan dalam sel isolasi berbulan-bulan tanpa dakwaan. Setelah dibebaskan, dia meninggalkan UEA dan hidup di negara lain selama 30 tahun. "Rasanya seperti kembali ke 1987," ujarnya.

Dhabiya merasa dirinya terancam ditangkap atau bahkan dibunuh.

Emir Dubai Syekh Muhammad bin Rasyid al-Maktum berpose bareng dua pengunjung Mal An-Nakhil di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, Selasa, 10 November 2015. (Twitter)

Kabinet UEA setujui perjanjian damai dengan Israel

Israel sudah merampungkan proses ratifikasi pekan lalu. Kalau UEA sudah melakoni hal serupa, maka hubungan diplomatik antara kedua negara sudah bisa dimulai.

Seorang pramugari tengah memeriksa kabin barang dalam pesawat Etihad Airways rute Jakarta-Abu Dhabi di Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta, Sabtu, 25 April 2015. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Untuk pertama kali, pesawat UEA dari Milan menuju Abu Dhabi terbang melintasi Israel

Pesawat kargo Etihad pada Mei dan Juni lalu terbang ke Ibu Kota Tel Aviv, Israel, mengangkut bantuan kemanusiaan bagi Palestina untuk menangani wabah virus corona Covid-19.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersama anjingnya, Kaya, di kediaman resminya di Kota Yerusalem. (Facebook)

Netanyahu pekan depan minta persetujuan kabinet dan parlemen soal perjanjian normalisasi dengan UEA

UEA dan Bahrain menjadi negara Arab ketiga dan keempat menjalin hubungan resmi dengan negara Zionis itu setelah Mesir pada 1979 serta Yordania di 1994.





comments powered by Disqus