pelesir

Sebagian pelancong Israel doyan curi barang-barang hotel di Dubai

Mereka mencuri beragam barang dalam kamar mereka menginap, mulai gantungan baju, kotak tisu, kotak teh dan kopi, sampai handuk. 

02 Januari 2021 17:43

Banjir pelancong Israel ke Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), menimbulkan masalah. Sebagian dari mereka doyan mencuri barang-barang dalam kamar hotel tempat mereka menginap, seperti dikansir surat kabar Yediot Ahronot.

Seorang manajer hotel di Burj Khalifah, gedung terjangkung sejagat, bilang turis-turis dari negara Zionis itu mencuri beragam barang dalam kamar mereka menginap, mulai gantungan baju, kotak tisu, kotak teh dan kopi, sampai handuk. 

"Bahkan bola lampu pun mereka ambil," katanya kepada Yediot Ahronot. "Para pelancong Israel di UEA mencuri segala jenis barang mereka bisa bawa dari kamar hotel."

Dia menekankan hotelnya saban hari melayani ratusan tamu dan beberapa bermasalah. Tapi dia belum pernah menemukan tamu hotel senang mencuri seperti wisatawan dari Israel. 

Manajer hotel itu bercerita suatu hari satu keluarga dari Israel dengan dua anak telah sekesai menginap dan keluar dari kamarnya. Ketika dicek oleh karyawan hotel, ternyata beberapa barang dalam kamar bekas mereka huni hilang.

Petugas keamanan segera meminta izin membuka koper dan bawaan mereka. Namun pelancong Israel itu marah. Setelah diancam dilaporkan ke polisi, baru mereka menyerah. 

Setelah digeledah, petugas hotel menemukan kotak pendingin, gantungan baju, dan handuk muka. Mereka pun meminta maaf dan mengembalikan barang curian.

Sejak penerbangan langsung Tel-Aviv-Dubai dibuka awal bulan lalu, sekitar 70 ribu pelancong Israel telah melawat ke Dubai. Kerjasama pariwisata dan penerbangan sipil ini adalah kelanjutan dari Perjanjian Ibrahim ditandangani UEA dan Israel pada 15 September tahun lalu. 

Kota Dubai, Uni Emirat Arab. (Twitter/DXBMediaOffice)

Lusinan turis Israel diduga selundupkan narkotik untuk rayakan malam tahun baru di Dubai

Di Dubai, minuman-minuman beralkohol buatan negara Zionis itu juga sudah banyak dijual di toko-toko grosir atau toko khusus minuman keras, termasuk anggur produk dari permukiman Yahudi di Dataran Tinggi Golan.

Rahal, robot pemberi informasi beroperasi di Bandar Udara Internasional Dubai, Uni Emirat Arab. (Dubai International/Twitter)

200 pelancong Israel dilarang masuk ke Dubai

Untuk sementara warga Israel melawat ke UEA menggunakan visa on arrival.

Toko menjual minuman keras di Dubai. (Arabian Business)

Dubai mulai izinkan pelancong asing beli minuman beralkohol

Para pemohon dapat memperlihatkan paspor mereka di toko menjual minuman keras dan menandatangani formulir menyatakan mereka bukan penduduk UEA.

Fusion Club, bar berlokasi di Kota Dubai, Uni Emirat Arab. (Time Out Dubai)

Bar di Dubai gratiskan minuman kepada perempuan sesuai berat badan

Hingga akhir bulan ini, Fusion Club juga memberikan tiga minuman gratis saban malam kepada pengunjung perempuan berumur 30-40 tahun.





comments powered by Disqus