pelesir

Lusinan turis Israel diduga selundupkan narkotik untuk rayakan malam tahun baru di Dubai

Di Dubai, minuman-minuman beralkohol buatan negara Zionis itu juga sudah banyak dijual di toko-toko grosir atau toko khusus minuman keras, termasuk anggur produk dari permukiman Yahudi di Dataran Tinggi Golan.

02 Januari 2021 20:50

Lusinan warga Israel diduga menyelundupkan ganja ke Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), untuk dipakai merayakan malam tahun baru, seperti dilansir N12.

Sekitar delapan ribu warga Israel pelesiran ke Dubai buat bersenang-senang merayakan malam pergantian tahun. Ini sebagai pelarian lantaran israel kembali menerapkan karantina wilayah buat mencegah penularan virus Cvid-19 varian baru.

Tapi anak-anak muda dari negara Zionis itu tidak memahami aturan hukum di UEA. Membawa sedikit saja narkotik bisa terancam hukuman penjara 20 tahun atau bahkan vonis mati.

Seorang warga Israel bilang kepada N12, dirinya tidak khawatir bakal ketahuan polisi Dubai. Dia mengungkapkan dirinya membawa ganja untuk bersenang-senang pada malam tahun baru. "Hukuman mati? Karena beberapa ratus gram ganja di koper kami? Kami cuma mengisap ganja di kamar hotel," katanya.

Pelancong asal israel lainnya mengatakan dirinya mengetahui ancaman penjara dalam waktu lama kalau ketahuan membawa narkotik ketika mendarat di bandar udara di UEA. Jadi dia dan teman-teman memutuskan menggelar pesta ganja dalam kamar hotel saja. "Kami tidak akan jalan-jalan keluar sambil mengisap ganja. Kami akan berpesta dalam kamar dan menghabiskan semuanya," ujarnya.

Seorang warga Israel tinggal di Dubai menjelaskan banyak tempat menggelar pesta buat merayakan malam pergantian tahun, termasuk perayaan di atap-atap hotel bagi kaum berkocek tebal. "Turis-turis Israel menyukai hal ini. Mereka ingin pesta glamor dan tidak mempedulikan peringatan," tuturnya.

Pihak berwenang di Dubai sudah menegaskan bakal menjatuhkan denda besar bagi siapa saja, warga negara UEA atau pelancong asing, melanggar protokol Covid-19 saat merayakan malam tahun baru. Kumpulan lebih dari 30 orang dilarang.

Hingga bulan lalu sejak Perjanjian Ibrahim ditandatangani oleh UEA dan Israel pada 15 September, paling tidak 70 ribu wisatawan Israel melancong ke Dubai, memanfaatkan penerbangan langsung Tel Aviv-Dubai 15 kali sepekan.

Azerad, pengantin baru Israel sedang berbulan madu di Dubai juga merasa tidak nyaman. "Saya merasa seperti berada di tel Aviv (ibu kota Israel) karena saya mendengar orang berbicara Ibrani di mana saja," kata perempuan 25 tahun ini.

Di Dubai, minuman-minuman beralkohol buatan negara Zionis itu juga sudah banyak dijual di toko-toko grosir atau toko khusus minuman keras, termasuk anggur produk dari permukiman Yahudi di Dataran Tinggi Golan.

UEA memang tidak membedakan produk asal Israel atau dihasilkan dari permukiman-permukiman Yahudi di Tepi Barat dan Golan, berstatus ilegal menurut hukum internasional.

 

Pesawat Flydubai, masakap asal Dubai, Uni Emirat Arab. (Business Traveller)

Sebagian pelancong Israel doyan curi barang-barang hotel di Dubai

Mereka mencuri beragam barang dalam kamar mereka menginap, mulai gantungan baju, kotak tisu, kotak teh dan kopi, sampai handuk. 

Rahal, robot pemberi informasi beroperasi di Bandar Udara Internasional Dubai, Uni Emirat Arab. (Dubai International/Twitter)

200 pelancong Israel dilarang masuk ke Dubai

Untuk sementara warga Israel melawat ke UEA menggunakan visa on arrival.

Toko menjual minuman keras di Dubai. (Arabian Business)

Dubai mulai izinkan pelancong asing beli minuman beralkohol

Para pemohon dapat memperlihatkan paspor mereka di toko menjual minuman keras dan menandatangani formulir menyatakan mereka bukan penduduk UEA.

Fusion Club, bar berlokasi di Kota Dubai, Uni Emirat Arab. (Time Out Dubai)

Bar di Dubai gratiskan minuman kepada perempuan sesuai berat badan

Hingga akhir bulan ini, Fusion Club juga memberikan tiga minuman gratis saban malam kepada pengunjung perempuan berumur 30-40 tahun.





comments powered by Disqus

Rubrik pelesir Terbaru

Pakai rompi seharga Rp 92 juta, Bin Salman tampil modis

Sejak menjadi putera mahkota pada 2017, Bin Salman sudah menghabiskan setidaknya US$ 1,3 miliar untuk tiga barang supermahal.

26 Januari 2021

TERSOHOR