pelesir

Penyanyi Maroko ditangkap karena berduet dengan penyanyi Israel

Sanaa mungkin bakal dibebaskan tapi harus meninggalkan negara Arab Teluk itu.

09 Februari 2021 22:32

Penyanyi Maroko Sanaa Muhammad telah ditangkap di Kuwait karena berduet dengan pnyanyi Israel Elkana Marziano, seperti dilansir stasiun televisi Channel 12.

Sanaa sudah kebanjiran ancaman pembunuhan lantaran tampil bareng dengan penyanyi asal negara Zionis itu.

Seorang sumber menangani kasus itu mengungkapkan kepada Channel 12, Sanaa mungkin bakal dibebaskan tapi harus meninggalkan negara Arab Teluk itu. Belum diketahui Sanaa berada di Kuwait lantaran tinggal di sana atau sekadar berkunjung.

Maroko bareng Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Sudan tahun lalu sepakat untuk membina hubungan diplomatik dengan Israel. Sedangkan Kuwait tidak menjalin relasi resmi dengan negara Bintang Daud itu.

Sanaa langsung bersembunyi dan menolak permintaan wawancara dengan Channel 12 setelah penampilannya bersama Marziano dikecam banyak pihak.

"Itu sebuah kolaborasi alamiah. Dia di Maroko dan saya orang Maroko (berdarah Yahudi)," kata Marziano kepada Channel 12. "Jadi duet itu sangat menarik dan hadiah terbesar pernah saya peroleh."

Hotel Aloft akan beroperasi di Kota Makkah, Arab Saudi, pada 2025 akan menjadi hotel terbesar di dunia. (Marriott)

Hotel terbesar di dunia akan beroperasi di Makkah pada 2025

Hotel Aloft di seberang pintu masuk Masjid Al-Haram direncanakan memiliki seribu kamar.

Harimau Arab. (Saudi 24 News)

Saudi berlakukan denda Rp 1,5 miliar bagi pemburu harimau Arab

Siapa saja berburu tanpa izin buat pertama kali bakal didenda Rp 37,5 juta.

Penhyanhyi asal Kiuwait Ibtisam Hamid, dikenal dengan nama Basma al-Kuwaitiyah, pada Februari 2021 mengumumkan telah keluar dari Islam dan menjadi penganut Yudaisme. (Screencapture/Twitter)

Penyanyi Kuwait pindah agama jadi penganut Yudaisme

Langkah Basma ini mengikuti jejak penyiar Kuwait Muhammad Mukmin. Dia bulan lalu mengumumkan lewat media sosial, dirinya telah keluar dari Islam dan menjadi pengikut Yesus.

Pembangunan pagar beton dimulai pada 2020 di kawasan wisata Syarm asy-Syekh di tepi Laut Merah, Semenanjung Sinai, Mesir. (Guardian/Anonymous)

Mesir bangun pagar beton sepanjang 36 kilometer buat lindungi para pelancong di Syarm asy-Syekh

Mesir tahun lalu meresmikan sebuah museum dengan koleksi beragam artefak negara Nil itu di Syarm asy-Syekh. Universitas Raja Salman juga sudah beroperasi di sana.





comments powered by Disqus