pelesir

Restoran bertema zombie dan setan beroperasi di Makkah

Di pintu masuk terdapat manekin pocong. Pelayannya memakai topeng wajah seram. Salah satu menunya adalah jus disajikan dalam bentuk darah infus.

10 Februari 2021 19:04

Sebuah restoran bertema zombie dan setan beroperasi di kota Makkah dan Jeddah, Arab Saudi. Tapi belum diketahui sejak kapan kedua restoran bernuansa menyeramkan dibuka.

Dalam rekaman video diperoleh Albalad.co hari ini memperlihatkan restoran bertema zombie dan stan di Makkah berlokasi di Plaza Saud. Restoran itu memiliki slogan tanpa takut, tanpa batas, dan tanpa rasa bersalah. Suasana dalam restoran itu diterangi lampu temaram.

Sedangkan restoran zombie di Jeddah terletak di pinggir pantai. Di pintu masuk terdapat manekin pocong. Pelayannya memakai topeng wajah seram. Salah satu menunya adalah jus disajikan dalam bentuk darah infus.

Sejak Pangeran Muhammad bin Salman menjadi putera mahkota pada pertengahan Juni 2017, dia mengubah masyarakat Saudi secara budaya dan tradisi. Kebebasan mulai diberikan, terutama kepada perempuan. Bahkan di Ibu Kota Riyadh, terdapat sebuah kafe tempat berkencan bagi muda mudi di negara Kabah itu.

 

Hotel Aloft akan beroperasi di Kota Makkah, Arab Saudi, pada 2025 akan menjadi hotel terbesar di dunia. (Marriott)

Hotel terbesar di dunia akan beroperasi di Makkah pada 2025

Hotel Aloft di seberang pintu masuk Masjid Al-Haram direncanakan memiliki seribu kamar.

Harimau Arab. (Saudi 24 News)

Saudi berlakukan denda Rp 1,5 miliar bagi pemburu harimau Arab

Siapa saja berburu tanpa izin buat pertama kali bakal didenda Rp 37,5 juta.

Penhyanhyi asal Kiuwait Ibtisam Hamid, dikenal dengan nama Basma al-Kuwaitiyah, pada Februari 2021 mengumumkan telah keluar dari Islam dan menjadi penganut Yudaisme. (Screencapture/Twitter)

Penyanyi Kuwait pindah agama jadi penganut Yudaisme

Langkah Basma ini mengikuti jejak penyiar Kuwait Muhammad Mukmin. Dia bulan lalu mengumumkan lewat media sosial, dirinya telah keluar dari Islam dan menjadi pengikut Yesus.

Pembangunan pagar beton dimulai pada 2020 di kawasan wisata Syarm asy-Syekh di tepi Laut Merah, Semenanjung Sinai, Mesir. (Guardian/Anonymous)

Mesir bangun pagar beton sepanjang 36 kilometer buat lindungi para pelancong di Syarm asy-Syekh

Mesir tahun lalu meresmikan sebuah museum dengan koleksi beragam artefak negara Nil itu di Syarm asy-Syekh. Universitas Raja Salman juga sudah beroperasi di sana.





comments powered by Disqus