pelesir

Lama Dvora, komunitas Buddha di negara Zionis

Kelompok Lama Dvora ini adalah satu dari 20 komunitas Buddha ada di Israel. Tapi kelompok itu paling taat dan terikat terhadap ajaran darma Buddha.

08 Mei 2021 06:50

Ratusan warga Israel belajar darma Buddha di sebuah lokasi di Gurun Arava, Israel, berjarak sekitar 36 kilometer dari kota kuno Petra, Yordania. Jadwal untuk belajar ajaran Buddha dipandu oleh Dvora Tzvieli alias Lama Dvora ini disesuai dengan jeda waktu dimiliki para pengkutnya.

Kelompok Lama Dvora ini adalah satu dari 20 komunitas Buddha ada di Israel. Tapi kelompok itu paling taat dan terikat terhadap ajaran darma Buddha.

Pekan ini, ada 30 orang bermeditasi di pusat kontemplasi itu diberi nama the Moa Oasis Center itu. Mereka duduk diam, dimulai sejak 8 Januari lalu hingga Januari tahun depan. Mereka benar-benar terkucil dari dunia luar: tidak dibolehkan menggunakan telepon atau surat elektronik. Bahkan 30 peserta meditasi ini tidak menggunakan hak pilihnya dalam pemilihan umum 23 Maret lalu.

Komunikasi utama mereka hanya dengan hati dan pikiran mereka sendiri. Berjam-jam saban hari, mereka merenung dalam diam dan sunyi. "Anda harus mulai belajar mendengar hati dan pikiran Anda, tidak ada yang lain," kata Lama Dvora, perempuan berumur 72 tahun.

Lama Dvora dilahirkan pada 21 Oktober 1948 di Lodz, Polandia. Orang tuanya selamat dari Holocaust, pembantaian orang-orang Yahudi leh pasukan Nazi Jerman dipimpin Adolf Hitler selama Perang Dunia Kedua. Dia pindah ke Israel bareng orang tuanya ketika masih berusia delapan tahun. Mereka hidup miskin dan tinggal di Kota Holon. 

Dia belajar hingga meraih gelar doktor ilmu komputer di Amerika serikat. Dia mendapat gaji tinggi ketika bekerja di Bell Labs. Tapi dia merasa ada sesuatu hilang dalam dirinyam sehingga dia memutuskan menapaki jalan spritualitas. 

Gadi Amiel adalah salah satu pengikut Lama Dvora. Lelaki berprofesi sebagai arsitek itu baru kembali lagi ke sana pekan ini setelah pulang dua bulan lalu. "Di waktu pagi, tiap orang berdoa dengan cara mereka sendiri, meminta agar segala hal di dunia ini menjadi lebih baik," ujarnya.

Sesi meditasi itu bisa berlangsung empat jam. Sehabis itu, Amiel biasanya melakoni yoga kemudian berjalan di gurun selama satu atau satu setengah jam.

Ada sembilan relawan, termasuk satu perawat dan pekerja sosial klinis, mengabdikan hidup mereka selama setahun di komunitas Buddha itu. Mereka menyiapkan makanan bagi para pengikut Lama Dvora, ditaruh di tempat distribusi dua hari sekali. Tia orang kemudian mengambil porsi mereka lalu kembali duduk menyendiri di sarang mereka. Sayur dan buah bisa dipesan tiap minggu, juga kalau ada pesanan dari rumah masing-masing.

Peserta meditasi bisa menulis surat sebanyak mereka inginkan untuk keluarga di rumah, tapi disortir oleh Lama Dvora. "Kabar-kabar dari luar dapat mengganggu kekhusyukan mereka bermeditasi," tutur Lama Dvora. Karena itu, semua surat harus melalui saya. Saya berhak memutuskan apakah surat itu dikirim ke kerabatnya atau tidak."

Pernah ada kejadian, seorang pria tidak mengetahui kalau istrinya di rumah meninggal. Sebab, tidak boleh ada kabar dari luar masuk ke pusat meditasi Lama Dvora. Dia baru tahu itu setelah menyelesaikan sesi meditasinya.

Kebanyakan pengikut Lama Dvora adalah perempuan. Profesi mereka beragam, akuntan bank, insinyur, hingga pengacara.

Para pengikut Lama Dvora menggambarkan ajaran merea terima dan praktekkan adalah berbuat darma kepada l=sesama dan lingkungan. Mulai dari bersih-bersih lingkungam mengurus kaum renta, sampai orang cacat.

Tapi ada juga sebagian pengikutnya kecewa karena Lama Dvora melanggar standar moral. Paling tidak sepuluh orang memilih keluar dari komunitas darma Buddha itu setelah mengetahui guru mereka berselingkuh dengan murid lelakinya sudah beristri. Perselingkuhan itu nyaris mengubur rumah tangganya.

Lama Dvora marah besar kepada mereka yang keluar. "Dia menyurati kami dan mengatakan meninggalkan seorang guru Buddha lebih buruk ketimbang apa yang sudah dilakukan Hitler kepada bangsa Yahudi," kata Orly, mantan murid Lama Dvora.

Pemerintahan Taliban di Afghanistan. (Albalad.co/Supplied)

Etnis Pastun diyakini keturunan Bani Israel

Tradisi orang-orang Pastun memiliki kesamaan dengan bangsa Yahudi, yakni sunat bagi bayi lelaki di hari kedelapan setelah dilahirkan, tidak mencampurkan susu dengan daging, menyalakan lilin menjelang perayaan Sabbath, dan pernikahan dengan saudara ipar.

Tembok Ratapan berlokasi di Kota Tua, Yerusalem Timur. (Wikimedia Commons)

Peziarah Yahudi kerap kencing sembarangan di Tembok Ratapan

Ginsburg mendesak pemerintah Israel segera membangun toilet untuk mencegah perbuatan noda itu terus berlangsung. 

Seorang pelancong asing di Kota Jeddah, Arab Saudi. (Kementerian Pariwisata Arab Saudi)

Saudi izinkan pelawat dari 49 negara melancong, warga Indonesia masih dilarang

Mereka harus sudah diimunisasi lengkap Covid-19 menggunakan empat jenis vaksin disahkan di Saudi, yakni Pfizer, Moderna, AstraZeneca, dan Johnson & Johnson. 

Pengunjung di kafe khusus pemilik anjing, the Barking Lot, di Kota Al-Khobar, Arab Saudi. (lifeinsaudiarabia.net)

Kafe khusus pemilik anjing bakal dibuka di Makkah dan Madinah

The Barking Lot sudah beroperasi di Al-Khobar dan Riyadh.





comments powered by Disqus

Rubrik pelesir Terbaru

Etnis Pastun diyakini keturunan Bani Israel

Tradisi orang-orang Pastun memiliki kesamaan dengan bangsa Yahudi, yakni sunat bagi bayi lelaki di hari kedelapan setelah dilahirkan, tidak mencampurkan susu dengan daging, menyalakan lilin menjelang perayaan Sabbath, dan pernikahan dengan saudara ipar.

11 September 2021

TERSOHOR