pelesir

Kebebasan berpakaian bagi kaum hawa Mesir masih jadi perdebatan

Habibah dilecehkan karena mengenakan gaun di kampusnya, sedangkan Dina dilarang berenang lantaran memakai Burkini.

30 Juni 2021 05:49

Meski Mesir termasuk negara Arab moderat, namun kebebasan berpakaian bagi kaum hawanya masih menjadi perdebatan. Ini berlangsung setelah terjadi dua insiden bertolak belakang pekan lalu.

Kejadian pertama menimpa gadis 19 tahun bernama Habibah Thariq. Dia pergi ke kampusnya untuk ujian dengan mengenakan gaun di bawah lutut.

Meski berpakaian sopan, staf universitas tempat dia belajar menilai Habibah tidak pantas mengenakan gaun untuk ke kampus. Sampai-sampai seorang profesor bilang, "Apakah kamu lupa memakai celana?"

Habibah, mahasiswi Fakultas Seni di Universitas Tanta, Provinsi Gharbiyah, mendapat dukungan luas di media sosial atas pelecehan itu. Para pengguna media sosial mengatakan dia berhak berpakaian apapun dia mau.

Menanggapi kejadian itu, Presiden Universitas Tanta Dr. Mahmud Zaki mengaku sedih dan meneruskan kasus ini ke jalur hukum.

Peristiwa bertolak belakang dialami oleh Dina Hasyim. Gadis Mesir ini dilarang berenang di sebuah hotel di Aleksandria lantaran memakai Burkini.

Para aktivis perempuan di negara Nil itu mengatakan insiden menimpa Habibah dan Dina sudah berulang kali terjadi.

Pengunjung di kafe khusus pemilik anjing, the Barking Lot, di Kota Al-Khobar, Arab Saudi. (lifeinsaudiarabia.net)

Kafe khusus pemilik anjing bakal dibuka di Makkah dan Madinah

The Barking Lot sudah beroperasi di Al-Khobar dan Riyadh.

Pengunjung di kafe khusus pemilik anjing, the Barking Lot, di Kota Al-Khobar, Arab Saudi. (lifeinsaudiarabia.net)

Kafe khusus pemilik anjing dibuka di Riyadh

The Barking Lot di Riyadh beroperasi sejak Mei lalu.

Lama Dvora, pemimpin salah satu komunitas Buddha di Israel. (Haaretz)

Lama Dvora, komunitas Buddha di negara Zionis

Kelompok Lama Dvora ini adalah satu dari 20 komunitas Buddha ada di Israel. Tapi kelompok itu paling taat dan terikat terhadap ajaran darma Buddha.





comments powered by Disqus