pelesir

Kafe khusus pemilik anjing dibuka di Riyadh

The Barking Lot di Riyadh beroperasi sejak Mei lalu.

08 Juli 2021 14:17

Kafe khusus bagi pemilik anjing, the Barking Lot, telah dibuka di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. Ini merupakan kafe kedua the Barking Lot di negara Kabah itu, setelah yang pertama dibuka Juni tahun lalu di Kota Al-Khobar.

Kafe the Barking Lot di Riyadh ini beroperasi sejak Mei lalu. "Saya memutuskan membuka kedai kopi bagi para pemilik anjing di mana mereka bebas bermain bersama anjing-anjing mereka," kata Dalal Ahmad asy-Syarhan, perempuan asal Kuwait merupakan pemilik the Barking Lot, kepada the National.

Kafe the Barking Lot di Al-Khobar dan Riyadh ini menyajikan beragam minuman panas dan dingin bagi pengunjung lelaki dan perempuan datang dengan anjing dari berbagai ukuran.

Warga Riyadh bernama Hasan al-Amiri girang dengan adanhya kafe the Barking Lot di kotanya. Sebab di Riyadh tidak ada komunitas pemilik anjing lantaran anjing tidak boleh diajak jalan-jalan ke tempat umum, seperti taman. "Sekarang kami sudah memiliki tempat menyenangkan di mana kami bisa datang bersama keluarga dan menikmati kebersamaan dengan anjing dan hewan peliharaan kami," ujarnya.

Leah juga menikmati saat membawa anjingnya mengunjungi the Barking Lot. "Anjing saya dapat bermain dengan anjing lain, sedangkan saya bisa sambil minum," tuturnya.

Bukan sekadar kafe, the Barking Lot juga menyediakan pelbagai makanan dan layanan perawatan untuk anjing dan kucing milik pengunjung.

Kafe the Barking Lot di Al-Khobar dan Riyadh paling ramai didatangi saban akhir pekan.

Pengunjung di kafe khusus pemilik anjing, the Barking Lot, di Kota Al-Khobar, Arab Saudi. (lifeinsaudiarabia.net)

Kafe khusus pemilik anjing bakal dibuka di Makkah dan Madinah

The Barking Lot sudah beroperasi di Al-Khobar dan Riyadh.

Habibah Thariq, mahasiswi Universitas Tanta di Mesir, dilecehkan karena pergj ke kampusnya mengenakan gaun. (Twitter)

Kebebasan berpakaian bagi kaum hawa Mesir masih jadi perdebatan

Habibah dilecehkan karena mengenakan gaun di kampusnya, sedangkan Dina dilarang berenang lantaran memakai Burkini.

Lama Dvora, pemimpin salah satu komunitas Buddha di Israel. (Haaretz)

Lama Dvora, komunitas Buddha di negara Zionis

Kelompok Lama Dvora ini adalah satu dari 20 komunitas Buddha ada di Israel. Tapi kelompok itu paling taat dan terikat terhadap ajaran darma Buddha.





comments powered by Disqus