pelesir

Mengintip pelacuran online di Arab Saudi

Mereka melayani ke beragam kota , termasuk Makkah dan Madinah.

31 Desember 2021 23:43

Pelacuran tidak mengenal tempat. Di tanah suci sekali pun, praktek haram ini berlangsung.

Dari hasil penelusuran Albalad.co hari ini, prostitusi juga ada di Arab Saudi. Albalad.co berhasil menemukan dua akun Twitter pelacur beroperasi di Arab Saudi. Keduanya memajang nomor WhatsApp dengan kode +944 (kode Azerbaijan).

Yang satu menggunakan nama akun @K...menyatakan melayani pijat plus bercinta untuk para lelaki nakal di beragam kota di negara Kabah itu. Mulai dari Ibu Kota Riyadh, Dammam, Tabuk, Al-Ahsa, Jubail, Jeddah, Makkah, Abha, Khamis Musyait, Asir, Jazan, Khobar, dan Thaif.

Hingga kabar ini dilansir, perempuan ayu ini belum membaca pesan WhatsApp dikirim Albalad.co.

Sila baca: Lonte Teheran

Sedangkan pelacur satunya lagi, menggunakan akun Twitter @d... dengan foto profil bibir ke bawah. Dia berpromosi bisa melayani pula hingga kota Makkah dan Madinah. Dia pun mau membalas pesan.

Di akun Twitternya, dia menyebutkan pelacur asuhannya ada orang Saudi, Suriah, Maroko, dan Filipina.

"Tarifnya 350 riyal (kini setara Rp 1,3 juta) untuk sejam sudah termasuk bercinta," katanya kepada Albalad.co. "Kami melayani pemesan di Makkah dan Madinah. Kami juga menyediakan gadis dari Maroko dan Suriah."

Ketika Albalad.co mengaku tinggal di Makkah, dia bilang stok gadis di sana tersedia. Namun untuk memastikan pemesanan, pelanggan harus menyetor tanda jadi sebesar seratus riyal.

Sulit untuk menggali lebih jauh karena dia buru-buru meminta kepastian kapan pemesanan akan dilakukan. 

Penari samba dari luar negeri tampil dalam Festival Musim Dingin di Kota Jazan, Arab Saudi, 9 Januari 2022. (Twitter/Screengrab)

Pamer aurat di Festival Jazan

"Saudi melarang perayaan maulid Nabi Muhammad dengan dasar agama tapi menggelar festival menampilkan penari pamer aurat."

Syekh Abdurrahman as-Sudais, Imam Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi. (Youtube)

Imam Masjid Al-Haram sebut perayaan dan konser musik digelar di Arab Saudi tidak melanggar Al-Quran dan Sunnah

Syekh Sudais tidak pernah mengkritik atau mengecam kebijakan Bin Salman telah menghapus kewenangan polisi syariah dan membolehkan perempuan Saudi tidak berabaya dan berjilbab.

Bandar Udara Internasional Dubai di Kota Dubai, Uni Emirat Arab. (Arabian Business)

Tiga pelancong Israel ketahuan mencuri di toko bebas bea di Dubai

Pada Desember 2020, sejumlah pelancong dari negara Bintang Daud itu ketahuan mencuri barang-barang dari kamar hotel tempat mereka menginap, seperti handuk, ketel, dan lampu.

Sekitar 800 ribu penonton menyaksikan Festival MDLBeast Soundstorm, merupakan konser musik terbesar di Timur Tengah. Acara ini berlangsung selama 16-19 Desember 2021 di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Saudi Gazette)

Asap ganja dan aroma minuman beralkohol dalam konser empat hari di Riyadh

Dentuman musik gegap gempita hanya berhenti 15 menit ketika azan asar, maghrib, dan isya berkumandang untuk memberi kesempatan penonton masih ingat dan ingin salat.





comments powered by Disqus