opini

Teladan Trump bagi pemimpin negara muslim

Kecaman dari mereka tak ubahnya letupan petasan akhirnya lenyap setelah sumbu habis.

28 Maret 2019 12:17

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali membuktikan dirinya sebagai sahabat sejati bagi negara Israel dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Senin pekan  ini didampingi Netanyahu di Gedung Putih, Trump meneken surat keputusan soal pengakuan Amerika terhadap Dataran Tinggi Golan sebagai wilayah Israel. 

Padahal negara Zionis itu mencaplok Golan dari Suriah setelah menang dalam Perang Enam Hari pada 1967. Masyarakat internasional pun tidak mengakui pendudukan Israel di Golan. 

Tapi sebagai teman setia Israel, Trump meyakini negara Bintang Daud itu berhak menguasai Golan. Apalagi saat ini, dia mengklaim Iran dan milisi Hizbullah berpotensi menjadikan Golan sebagai basis buat menyerang Israel. 

Sekali lagi, Trump habis-habisan membela Israel sebagai sahabatnya meski kebanjiran kritikan dan kecaman. Karena dia meyakini alasan Israrl merampas dan mempertahankan Golan dapat dibenarkan.

Apa yang dilakukan oleh Trump ini menjadi mestinya menjadi teladan bagi para pemimpin negara muslim, terutama Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz, dan Presiden Joko Widodo, dalam konteks Palestina. 

Apalagi kebenaran klaim Palestina jauh lebih kuat dan sahih ketimbang versi Israel. Harusnya Erdogan, Raja Salman, dan Joko Widodo tidak sekadar mengecam pengakuan Trump sekaligus pemindahan Kedutaan Besar Amerika dari Ibu Kota Tel Aviv ke Yerusalem. 

Kecaman disampaikan ketiganya adalah reaksi level demonstran bukan sikap mestinya ditunjukkan oleh pemimpin dari negara muslim kerap mengklaim sangat mendukung Palestina. Kecaman dari mereka tak ubahnya letupan petasan akhirnya lenyap setelah sumbu habis. 

Faktanya, Trump menolak menarik pengakuannya atas Yerusalem ibu kota Israel dan Kedutaan Amerika sudah beroperasi sejak pertengahan Mei tahun lalu. 

Kalau tidak berani mengambil langkah terobosan seperti dilakoni Trump, pantas disebut komitmen para pemimpin negara muslim terhadap Palestina adalah setengah hati dan sokongan mereka semu belaka.

Gonjang ganjing suksesi di Arab Saudi

Dalam skala lebih luas, jika perseteruan dalam keluarga kerajaan tidak dapat dikendalikan, revolusi dapat meletup di Saudi. Sistem monarki bisa berganti menjadi demokrasi.

Dua bocah perempuan tengah melintas di depan tembok sebuah rumah bolong-bolong terkena peluru Israel di Jabaliya, Jalur Gaza, 27 Oktober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Israel susun daftar rahasia berisi 300 pejabat militer dan intelijen bisa diadili karena kejahatan perang

Dalam daftar itu terdapat nama Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, Benny Gantz, dan Avigdor Lieberman.

Jangan biarkan Netanyahu jatuh

Kedigdayaan Netanyahu makin kukuh membuktikan tidak ada persatuan dan kesatuan, bahkan ada pengkhianatan dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina

Jika Mandela Orang Palestina

Jika Mandela itu orang Palestina dan berjuang menghadapi rezim Zionis rasis dan diskriminatif. Kenyataan tentu bakal berkata lain.





comments powered by Disqus

Rubrik opini Terbaru

De-facto the Palestinian natives are annexed to Israel

The de-facto annexation created a de-facto Jewish apartheid. De-jure annexation provides Israel with legal tools to confiscate Palestinian land and expand settlements.

27 Juni 2020

TERSOHOR